Jangan Sampai Kecolongan, Ini Tips agar Siswa Bersih dari Jejak Digital

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 30 Nov 2021 10:30 WIB
Bangkok, Thailand - JUN 18, 2018: social medial app iPhone mobile phone with blue screen background technology business smartphone digital communication facebook and internet editorial
Foto: Getty Images/Wiyada Arunwaikit
Jakarta - Penggunaan internet setiap hari telah membuat banyak sekali informasi terekam, mulai dari bentuk teks, gambar, video, dan sebagainya. Namun, sadarkah siswa bahwa informasi yang terekam di internet bisa menjadi jejak digital?

Jejak digital merupakan kumpulan jejak dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digital. Jejak digital dapat tersedia baik bagi data digital yang disimpan di gadget (tanpa terhubung internet) maupun yang disimpan secara online (terhubung ke internet).


Jenis Jejak Digital

Dilansir dari laman Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Ditjen SMP Kemdikbud) ada dua jenis jejak digital yang perlu siswa ketahui, di antaranya:

1. Jejak digital pasif

Untuk jejak digital pasif biasanya tidak ada tindakan yang dilakukan, seperti terekamnya alamat IP, riwayat pencarian, dan lokasi.


2. Jejak digital aktif

Jejak digital aktif merupakan segala jejak digital yang tercipta atas peran aktif si pengguna. Contohnya seperti unggahan media sosial, mengisi formulir daring, dan juga mengirim surel.


Pentingnya Memahami Jejak Digital

Jejak digital ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bom tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang menargetkan pemilik jejak digital. Terlebih lagi apabila pemilik jejak digital mempunyai jejak yang buruk dan bisa merugikan dirinya sendiri.

Sebagai contoh, ada seorang siswa SMP bernama Badu yang berpeluang mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Badu berhasil lolos administrasi dan tes hingga ke tahap wawancara.

Namun ketika jejak digitalnya dilacak, Badu sering menulis kata-kata kasar dan mengunggah konten yang tidak pantas di media sosial. Pada akhirnya Badu gugur dari proses seleksi akibat sikap dan perilaku yang kurang baik di dunia maya.

Maka dari itu, sebaiknya siswa harus lebih bijak dalam mengunggah atau menulis sesuatu di media sosial. Apabila kecolongan meninggalkan jejak digital yang buruk sewaktu-waktu bisa dilacak dan membuat rugi diri sendiri.

Untuk menjaga jejak digital tetap bersih, siswa bisa lakukan tips berikut ini.


4 Tips Menjaga Jejak Digital Tetap Bersih:


1. Memeriksa jejak digital

Pertama, siswa harus cari diri sendiri di situs pencarian untuk mengecek seperti apa jejak digital. Apabila terdapat jejak digital yang kurang baik, sebaiknya segera hapus atau sembunyikan agar orang lain tidak dapat melihatnya.


2. Bijak sebelum menulis

Beberapa hal yang tampil dalam internet bukan hanya sekedar informasi tentang diri sendiri, tetapi cara berperilaku juga kerap terekam secara otomatis dalam internet.

Maka dari itu, diperlukan pemikiran yang matang sebelum menulis atau mengunggah apapun ke internet.


3. Perhatikan perangkat mobile

Ponsel atau tablet merupakan perangkat yang memberikan akses langsung terhadap diri sendiri secara pribadi.

Pelajari aturan privasi di dalam perangkat tersebut kemudian pastikan untuk tidak mengizinkan aplikasi yang akan meminta data pribadi tanpa sepengetahuan diri sendiri.

4. Bangun citra diri yang positif

Gunakan akses internet untuk hal yang positif. Salah satu caranya adalah dengan menampilkan keahlian dan buat dalam bentuk konten berupa tulisan, gambar, atau video sehingga dapat berguna bagi orang banyak. Hal tersebut akan membuat citra diri secara positif di dunia maya.

Nah, itulah pentingnya memahami dan cara mengatasi jejak digital siswa agar tetap bersih. Semoga semakin bijak dalam mengakses internet ya detikers!

Simak Video "SpaceX Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia