Mewarnai Dapat Menenangkan Otak dan Atasi Stres, Ini Penjelasannya

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 29 Nov 2021 18:30 WIB
Berbagai cara dilakukan pemuda di Kota Bandung, Jawa Barat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun. Melukis, cara itulah dilakukan Muhamad Erwin Ramadhan untuk memakai Hari Sumpah Pemuda.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Mewarnai untuk orang dewasa memiliki banyak manfaat salah satunya yaitu menenangkan otak. Menurut penjelasan dari Psikologi Klinis Scott M. Bea mewarnai dapat menenangkan otak karena membuat kita fokus dengan detail-detail.

"Mewarnai untuk orang dewasa membutuhkan perhatian sederhana yang terfokus di luar kesadaran diri ni adalah aktivitas sederhana yang membawa kita keluar dari diri kita sendiri dengan cara yang sama, memotong rumput, merajut, atau berkendara di hari Minggu semuanya bisa membuat kita rileks," ujar Bea yang dikutip dari laman Health Cleaveland Clinic.

Mengapa mewarnai dapat menenangkan otak? Berikut adalah penjelasannya:

1. Perhatian Mengalir dari Diri Kita Sendiri

Tindakan sederhana, seperti mewarnai, mengalihkan perhatian anda dari diri sendiri (dan hal-hal yang membuat kalian stress). Dengan mewarnai kita akan terfokus pada peristiwa saat ini. "Dengan cara ini, ini sangat mirip dengan latihan meditasi," ujar Bea.

2. Menenangkan Otak

Mewarnai dapat menenangkan otak karena ketika kita fokus pada kegiatan yang sederhana, otak cenderung menjadi rileks.

"Anda tidak terganggu oleh pikiran dan penilaian sendiri. Kesulitan hidup berasal dari kesadaran diri sendiri, dan baik tubuh maupun otak mungkin menganggap kegiatan mewarnai sebagai sesuatu yang bermanfaat," ujar Bea.

3. Warnailah Sesuka Hati

Dengan mewarnai sesuka hati kalian akan merasakan sensasi tenang. Hasil pewarnaan sendiri tidak dapat diprediksi atau ditentukan. Dapat menjadi rapih atau berantakan seperti yang kalian pilih sehingga aktivitas mewarnai merupakan kegiatan yang menenangkan.

Penelitian Tentang Mewarnai

Dalam penelitian terbaru, peneliti mengevaluasi efektivitas mewarnai dengan desain yang kompleks seperti geometri ataupun mandala dalam mengurangi kecemasan pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan bagi siswa dan menyarankan kegiatan ini menjadi meditasi untuk mengurangi kecemasan.

"Meskipun pewarnaan orang dewasa mungkin sedikit berbeda dari terapi seni perhatian, saya menduga pewarnaan orang dewasa akan menghasilkan hasil yang serupa. Kemungkinan manfaat terapeutiknya akan serupa dengan mendengarkan musik favorit seseorang," ujar Bea.

Nah bagaimana detikers, apakah kalian sudah mencoba mewarnai? Jangan lupa dicoba ya detikers!



Simak Video "Asa 'Neuralink' Elon Musk Tanamkan Chip ke Otak Manusia Makin Dekat"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia