15 Kebiasaan yang Merusak Otak Tanpa Kamu Sadari, Sering Melakukannya?

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 28 Nov 2021 19:00 WIB
Asian Young woman drinking glass of water in bed at morning
Ilustrasi minum air putih yang ternyata bisa mencegah kerusakan otak tanpa disadari. Foto: Getty Images/iStockphoto/TuiPhotoengineer
Jakarta - Otak sebagai pusat kendali tubuh manusia, perlu dijaga kesehatannya. Tetapi, kenyataannya banyak kebiasaan yang sering kita lakukan tanpa disadari dapat merusak organ tersebut.

Melansir dari Healthline, otak adalah organ paling kompleks milik manusia. Karena kompleksitasnya ini, maka para ilmuwan maupun dokter masih belum seenuhnya memahami tentang organ tersebut.

Otak juga merupakan pusat sistem syaraf manusia. Maka, simak sejumlah kebiasaan yang ternyata bisa merusak otak berikut ini agar terhindar dari dampak yang tidak diinginkan.

15 kebiasaan sepele yang dapat merusak otak tanpa disadari

1. Mendengarkan musik dengan volume kencang

Banyak orang yang gemar mendengarkan musik memakai earphone atau headphone dengan volume yang tinggi. Padahal, kebiasaan ini tak hanya merusak pendengaran saja. Kebiasaan ini mengakibatkan sejumlah masalah lanjutan pada otak seperti kehilangan memori atau kerusakan jaringan.

2. Kurang tidur

Beberapa orang mempunyai kebiasaan begadang. Padahal ada banyak masalah ditimbulkan karena hal ini, misalnya depresi, rasa kantuk ekstrem di siang hari, sampai gangguan pada memori.

Dalam TheHealthSite.com disebutkan, porsi tidur yang tidak cukup dapat mempengaruhi bagian kecil dalam otak yang dinamakan dhippocampus. Bagian ini berfungsi dalam menigingat informasi baru dan mengaitkan emosi ke dalam memori tersebut.

Kurangnya jam tidur hanya satu malam pun, bisa mempengaruhi kapasitas otak untuk mengingat informasi yang baru.

3. Terlalu banyak tidur

Sama seperti kurang tidur, terlalu banyak tidur juga tidak baik untuk otak. Penyebabnya, tidur berlebihan akan membuat otak tidak cukup aktif serta melemahkan daya pikir. Metabolisme tubuh juga dapat menurun dan tubuh menjadi kaku.

4. Merokok atau Menghirup Udara Berkualitas Buruk

Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyusutkan otak. Dampak jangka panjang dari penyusutan otak ini adalah penyakit alezheimer.

Rokok dan udara yang tercemar ini juga mengandung banyak zat yang berbahaya untuk dihirup, contohnya karsinogen yang dapat merusak sel otak.

5. Kurang minum air putih

Sebanyak 80 persen dari otak adalah air. Oleh karena itu, otak butuh banyak asupan air agar kita dapat berpikir cepat dan fokus. Sangat penting untuk manusia tetap dalam keadaan terhidrasi sepanjang waktu.

6. Terlalu banyak makan

Makan berlebihan tidak cuma mendorong penambahan berat badan, tapi juga mengakibatkan kembung, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya termasuk gangguan pada otak. Sejumlah penelitian mengungkap, asupan kalori tinggi pada jangka waktu yang lama menyebabkan hilangnya memori atau gangguan kognitif ringan (MCI) di masa depan.

7. Melewatkan sarapan

Banyak sekali orang di dunia ini yang mempunyai kebiasaan tidak sarapan. Padahal, setelah bangun tidur manusia membutuhkan nutrisi penting. Melewatkan sarapan akan berakibat pada kadar glukosa darah yang rendah sehingga berdampak negatif pada fungsi otak.

8. Kesepian atau selalu sendirian

Dalam TheHealthSIte.com dikatakan, orang-orang yang ada di sekitar kita dapat membuat lebih bahagia dan produktif. Sifat manusia sebagai makhluk sosial menyebabkan interaksi sosial mampu merangsang pikiran dan membuat seseorang bisa tetap waspada dan bahagia.

Sebaliknya, terlalu sering mengisolasi diri akan berakibat depresi dan kecemasan. Rasa kesepian juga meningkatkan risiko penurunan kognitif dan terjadinya demensia.

9. Kurang berimajinasi

Kegiatan berimajinasi nyatanya dapat merangsang otak untuk selalu aktif dan berpikir tajam. Sehingga, kurangnya imajinasi akan berakibat sebaliknya.

Beberapa cara untuk melatih imajinasi adalah membaca, nonton film, menggambar, dan berbagai kegiatan lainnya.

10. Malas gerak

Melansir dari WebMD, semakin lama kita tidak berolahraga, maka kemungkinan memgalami demensia akan lebih besar. Di samping itu, juga ada beberapa risiko lain yang mengintai seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi, yang mana semua ini juga berkaitan dengan Alzheimer.

11. Terlalu banyak berada di lingkungan gelap

Jika kurang mendapat cahaya matahari, kita bisa mengalami depresi dan hal ini akan memperlambat kerja otak. Penelitian menunjukkan, sinar matahari membuat otak tetap bekerja dengan baik.

12. Konsumsi gula berlebihan

Dikatakan dalam Newsweek, Tingginya konsumsi gula dapat berakibat pada naiknhya kadar glukosa dalam aliran darah. Tingginya kadar gila ini juga akan mengurangi senyawa dalam otak yang dinamakan dengan brain-derived neurotrohic factor (BDNF) yang fungsinya adalah membentuk ingatan baru saat kita belajar hal baru.

Jadi, ketika pola makan kita tinggi gula, kemampuan otak untuk belajar dan membentuk memori juga turut terhambat.

13. Menutup kepala saat tidur

Mungkin tidak banyak yang menyadari, menutup kepala saat tidur dapat mengakibatkan kekurangan pasokan oksigen dalam otak. Jika kita ingin mendapatkan porsi oksigen yang tepat agar kemampuan berpikir optimal, maka jangan menutup kepala saat tidur.

14. Bekerja ketika sedang sakit

Sakit apapun mengakiibatkan rasa tegang dan stres di berbagai penjuru tubuh. Memaksakan diri utnuk bekerja ketika sakit akan meningkatkan gangguan memori.

Ketika tubuh kita sakit, otak juga tidak dalam keadaan baik. Maka, lebih baik untuk mengistirahatkannya terlebih dulu.

15. Kurang berbicara

Manusia tidak diciptakan untuk diam sepanjang hidupnya. Mulut kita didesain untuk menyampaikan pikiran, gagasan, dan informasi yang akan melatih pikiran kita memikirkan berbagai hal. Saat kurang berbicara, pikiran akan terbatasi dari pengembangan dan potensinya.

Inilah sejumlah kebiasaan yang ternyata dapat merusak otak kita tanpa disadari. Hindari ya, detikers! (nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia