7 Suara Paling Keras di Dunia, Ada dari Indonesia?

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 26 Nov 2021 13:30 WIB
Gunung Krakatau
Foto: Reuters
Jakarta - Suara adalah getaran yang dihasilkan oleh sumber bunyi dan dirambatkan melalui medium seperti udara atau air. Demikian disebutkan dalam ZME Science.

Manusia pada umumnya dapat mendengarkan suara dengan frekuensi antara 20 hingga 20.0000 Hz. Kita juga bisa menerima suara di luar interval tersebut, tetapi pada umumnya kita hanya dapat merasakannya, bukan mendengarnya.

Intensitas suara diukur dengan satuan desibel, yang pada dasarnya adalah satuan ukuran untuk tingkat tekanan suara di udara. Kendati begitu, tingkat desibel di udara tidak berarti sama dengan di air.

Membicarakan soal bunyi, tercatat ada sejumlah suara paling keras yang pernah ada di Bumi. Melansir dari Popular Science, suara dengan lebih dari 194 desibel bisa merusak gendang telinga dan bisa mendorong molekul-molekul di sepanjang yang dilaluinya.

Mengutip dari situs yang sama, ada beberapa suara paling keras yang pernah ada di Bumi. Bunyi paling keras dalam sejarah manusia diklaim salah satunya dari Indonesia.

7 Suara Paling Keras di Dunia

1. Keramaian di American Airlines Center

Jelang playoff NBA 3011, pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban melakukan modifikasi pada sistem audio stadion. Mikrofon yang ada di papan belakang mentransmisikan derit sepatu pemain lewat 60 pengeras suara raksasa.

Saat Dallas muncul sebagai pemenang, gemuruh penonton tercatat memiliki 115 desibel dan bunyi mereka juga diperkuat dengan pengeras suara.

2. Kelelawar Bulldog Kecil

Di pedalaman Amerika Selatan dan engah, suara kelelawar bulldog kecil dapat membuat telinga sakit, apabila manusia bisa mendengarnya. Suara mereka tergolong ultrasonik, sehingga lebih dari apa yang dapat diterima manusia. Ketika diukur, suara mamalia tersebut memiliki bunyi sebesar 137 desibel.

3. Bunyi Senjata Api

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, seperti dikutip dari Popular Science, bunyi apapun yang lebih dari 120 desibel dapat segera merusak sel rambut kecil yang membantu mengubah getaran menjadi sinyal yang diterima otak kita sebagai bunyi.

Sebagian besar senjata seperti pistol, mempunyai tingkat bunyi sekitar 140 desibel. Saat tidak menggunakan pengaman yang benar, seseorang bisa tulis secara permanen, terutama terkait bunyi s, th, dan v, juga menyebabkan tinnitus, dan telinga berdengung.

4. Roket Saturn V

Roket Saturn V miliki NASA dikembangkan dalam program Apollo. Kekuatan yang dimiliki oleh roket ini menyebabkannya mempunyai bunyi yang keras.

Jadi, ketika Saturn V diluncurkan, NASA menggunakan area perairan untuk menyerap gelombang tekanan. Roket ini diukur mempunyai bunyi sebesar 204 desibel.

5. Meteor Chelyabinsk

Meteor ini mempunyai kekuatan yang setara dengan 500 kiloton TNT. kekuatan tersebut dapat memecahkan kaca dan melemparkan puing-puing ke seluruh penjuru kota hingga melukai lebih dari seribu orang.

Sebagai informasi, ledakan yang besar biasanya memancarkan gelombang suara infrasonik yang frekuensinya terlalu rendah untuk dapat didengar manusia. Meteor Chelyabinsk juga. Ledakan ini menghasilkan nada yang dalam dan tercatat dapat mengenai sensor 9.000 mil ke Antartika.

Berdasarkan pengukuran, meteor tersebut mempunyai bunyi sebesar 90 desibel dari 435 mil dan 180 desibel dari jarak 3 mil.

6. Meteor Tunguska

Ledakan meteor Tunguska terdengar pada suatu pagi di bulan Juni tahun 1908. Meteor ini meledak di udara dalam jarak 40 mil dengan kekuatan setara 650 bom Hiroshima.

Para saksi mata mengatakan, batu luar angkasa yang pecah ini berbunyi seperti tembakan artileri dan terlihat sangat terang seperti matahari.

Walau tidak ada korban jiwa, ledakan meteor Tunguska ini mampu meratakan 600 mil persegi hutan dan menumbangkan 80 juta pohon dalam pola radial. Bunyi yang dihasilkan dalam ledakan ini tercatat sebesar 197 desibel dari jarak 3 mil.

7. Ledakan Krakatau

Melansir dari Britannica, ledakan Krakatau terjadi pada tahun 1883. Gunung Krakatau adalah gunung berapi di Pulau Rakata, di Selat Sunda. Klimaks ledakan Krakatau terjadi pada 27 Agustus 1883 dan suara ledakan yang dihasilkan terdengar hingga 3.500 kilometer jauhnya di Australia. Ledakan Krakatau juga menghasilkan abu setinggi 80 kilometer.

Area di sekitar ledakannya berwarna gelap akibat abu yang bersirkulasi di udara. Debu halus juga beterbangan beberapa kali ke seluruh penjuru Bumi dan menyebabkan matahari tenggelam berwarna merah dan oranye selama tahun berikutnya.

Kembali pada laman Popular Science, ledakan Krakatau menghasilkan bunyi sebesar 189-202 desibel dari jarak 3 mil.

Itulah beberapa suara paling keras yang pernah ada di Bumi. Bagaimana menurut detikers?

Simak Video "Jaringan Komunikasi Internasional di Tonga Bisa Diakses Terbatas"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia