Apa yang Terjadi pada Tubuh Manusia jika Terlempar ke Ruang Angkasa?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 26 Nov 2021 09:00 WIB
Ilustrasi Astronot
Foto: (iStock)
Jakarta - Pernah melihat astronot yang terlempar ke ruang angkasa yang luas? Jika kamu sering menonton film Hollywood tentang astronot pasti tidak asing dengan akibat yang ditimbulkan tersebut.

Ternyata dalam penggambaran film, hal itu dianggap berlebihan. Karena menunjukkan orang-orang, yang tidak terlindungi oleh helm atau pakaian luar angkasa, meledak atau langsung mati kedinginan.

Pada kenyataannya, efek jika tubuh manusia terlempar di ruang angkasa akan sama yakni mati, tetapi tidak berlebihan.

Dampak Kematian dalam Beberapa Menit

Merangkum laman LiveScience, seorang astronot yang mengambang tanpa pakaian di luar angkasa tidak akan bertahan.

Astronot akan mati dalam beberapa menit dan bukan dalam hitungan detik. Prosesnya cukup mengerikan di mana cairan tubuh mendidih dan hidung serta mulut yang hampir membeku.

Hal itu dikarenakan ruang angkasa adalah ruang hampa tanpa udara. Berbeda dengan kondisi di Bumi yakni tidak ada atmosfer dan tidak ada tekanan yang diberikan oleh molekul udara.

Tekanan atmosfer inilah yang menentukan suhu di mana cairan mendidih dan berubah menjadi gas. Jika tekanan yang diberikan oleh udara di luar cairan tinggi, seperti di permukaan laut di Bumi, lebih sulit bagi gelembung gas untuk terbentuk, naik ke permukaan dan keluar.

Tetapi karena hampir tidak ada tekanan atmosfer di ruang angkasa, titik didih cairan berkurang secara signifikan.

"Seperti yang dapat Anda bayangkan, mengingat 60% tubuh manusia terdiri dari air, ini adalah masalah serius," kata Dr. Kris Lehnhardt, ilmuwan elemen untuk Program Penelitian Manusia di NASA.

Menurut Kris, tanpa adanya tekanan, cairan dalam tubuh kita akan mendidih dan segera berubah dari cair menjadi gas.

"Intinya, semua jaringan tubuh Anda yang mengandung air akan mulai mengembang," ujarnya.

Hilang Kesadaran dalam 10 Detik

Untuk astronot yang tidak mengenakan pakaian, darah yang mengalir melalui pembuluh darah mendidih lebih cepat daripada air di jaringan. Hal ini karena sistem peredaran darah memiliki tekanan internalnya sendiri.

Dalam jurnal Aerospace Medicine and Human Performance tahun 2013, sebuah penelitian yang melihat paparan ruang angkasa sebelumnya pada hewan dan manusia menemukan bahwa mereka kehilangan kesadaran dalam waktu 10 detik.

Beberapa dari mereka kemudian kehilangan kendali atas kandung kemih dan sistem usus mereka, dan pembengkakan di otot-otot mereka menyempitkan aliran darah ke jantung dan otak mereka, karena otot-otot mereka yang membesar bertindak sebagai pengunci uap.

"Tidak ada manusia yang bisa selamat dari ini - kematian mungkin terjadi dalam waktu kurang dari dua menit," kata Kris.

Jadi bisa dipastikan, yang akan terjadi pada tubuh manusia ketika terlempar dan melayang bebas di ruang angkasa adalah kematian. Penyebabnya akibat ruang tanpa udara tersebut.

Simak Video "Rusia Tembakkan Rudal Antisatelit, AS Marah Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia