Adakah Hubungan antara IQ dan Pendapatan? Ini Kata Penelitian

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 23 Nov 2021 18:30 WIB
orang IQ tinggi
Foto: Istimewa
Jakarta - Skor intelligence quotient (IQ) sering menjadi daya tarik bagi banyak orang. Pasalnya, orang dengan IQ tinggi juga kerap dianggap lebih cerdas atau bahkan jenius.

Lantas, apabila apakah orang yang cerdas dengan IQ tinggi juga bisa lebih sukses dalam karier?

Dikatakan dalam sebuah jurnal berjudul 'Is There a Relationship between High IQ Scores and Positive Life Outcomes? Critical Review' yang ditulis oleh Chi Fai Lo pada 2017, para psikolog pun sudah lama tertarik mempelajari hal tersebut.

Benarkah IQ Dapat Menentukan Pendapatan dan Kesuksesan Seseorang?

Pada beberapa penelitian di bidang sosial ditemukan bahwa skor IQ dapat memprediksi banyak aspek di kehidupan, seperti performa akademik, lama pendidikan, kesehatan fisik, performa kerja, dan sebagainya. Lebih spesifik lagi, orang dengan IQ lebih tinggi dapat memperoleh pekerjaan lebih prestisius dan memperoleh pendapatan lebih tinggi dari mereka yang skornya lebih rendah.

Meski begitu, penemuan-penemuan ini belum ada yang menyimpulkan seberapa signifikan hubungan antara IQ dan kesuksesan secara sosio-ekonomi. Maka menurut Chi Fai Lo, penelitian-penelitian tersebut sepertinya mengkonfirmasi hubungan antara skor IQ dengan jenis kesuksesan dalam pandangan budaya Barat.

Walau demikian Byington & Felps (2010) berpendapat, pandangan semacam itu juga akan membuat mereka dengan IQ lebih tinggi memperoleh kesempatan lebih baik untuk mengembangkan diri. Jadi, mereka akan punya lebih banyak pengalaman sukses di sekolah, lebih termotivasi belajar, hingga lebih optimis.

Sedangkan mereka dengan skor IQ rendah, bisa mengalami hal sebaliknya, contohnya terjebak dengan sekolah atau program pendidikan yang tidak lebih baik.

Perlu dicatat, banyak peneliti yang berpendapat, faktor lain seperti latar belakang keluarga, pengalaman pendidikan, status sosial ekonomi, motivasi, kemauan bekerja keras, komitmen pada tujuan, kreativitas, dan kematangan emosional juga sangat berkaitan dengan kesuksesan. Salah satunya seperti ditunjukkan oleh Bergman, Ferrer-Wreder, & Zukauskiene (2015).

Bergman dan timnya melakukan studi pada 1.326 responden Swedia dengan IQ di bawah rata-rata dan lahir tahun 1955. Setelah mengikuti masa pertumbuhan mereka hingga paruh baya, ditemukan dari para responden ini di mana mereka memperoleh capaian pendidikan dan kejuruan yang baik karena motivasi.

Maka, dapat disimpulkan para peneliti bisa mempunyai pandangan berseberangan. Di samping itu, tidak semua penemuan juga diterima secara umum oleh komunitas penelitian.

Apakah IQ Memengaruhi Kesejahteraan Finansial?

Mengutip New Scientist, sebuah penelitian yang dilakukan Jay Zagorsky dari Ohio State University, Amerika Serikat pada 7.500 orang di usia 33-41 menunjukkan, walaupun orang dengan IQ lebih tinggi memperoleh pendapatan lebih tinggi, bukan berarti mereka bisa bebas dari kesulitan keuangan.

Penelitian Zagorsky pada mulanya memang mengkonfirmasi hasil studi sebelumnya yang menunjukkan seseorang dengan IQ lebih tinggi memperoleh pendapatan lebih besar.

Namun, studi tersebut mengungkap, orang yang skor IQ-nya lebih baik, mempunyai kekayaan bersih yang jumlahnya sama dengan yang lainnya. Hal ini berlaku ketika faktor gaya hidup juga dipertimbangkan.

Dicatat dalam penemuan ini, mereka yang lebih cerdas lebih cenderung menghabiskan batas kredit, ketimbang yang kecerdasannya di angka rata-rata. Dia juga tidak menemukan adanya hubungan antara IQ dan kekayaan bersih ketika melibatkan faktor lainnya seperti durasi pendidikan, perceraian, jenis pekerjaan dan warisan.

Simak Video "Studi Covid-19 Berlangsung di China, WHO Minta Hasil Transparan "
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia