Ternyata Bulan dan Peradaban Manusia Saling Terikat Lho, Ini Penjelasannya

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 20 Nov 2021 07:00 WIB
I this Tuesday, July 16, 2019 photo, men stand below street lights as the moon rises during a partial lunar eclipse in Buenos Aires, Argentina. (AP Photo/Natacha Pisarenko)
Foto: AP/Natacha Pisarenko
Jakarta - Menurut peneliti Observatorium Bosscha, Agus Triono P. Jatmiko mengungkapkan jika bulan memiliki hubungan dengan peradaban manusia. Hal tersebut diawali dari sejarah hubungan manusia dengan bulan.

Ia menjelaskan, manusia dan bulan saling terikat satu sama lain. Bulan dianggap sebagai dewa atau higher being karena posisinya yang berada di langit dan menerangi malam.

Dalam peradaban Mesir Kuno disebut sebagai Khosu, dalam Yunina Kuno disebut sebagai Artemis, dan India disebut sebagai Chandra.

"Bulan seringkali dikaitkan dengan fertilitas, kelahiran, dan kebahagiaan," kata Agus Triono yang dikutip dari laman ITB, Jumat (19/11/2021).

Adapun, Agus melanjutkan jika peradaban Eropa Kuno melihat bulan sebagai pengaruh buruk. Hal ini dibuktikan dengan mitologi urban legend atau manusia serigala (werewolves). Selain itu, juga ada anggapan bulan sebagai penyebab ketidakwarasan, khususnya di masa purnama.

Dari legenda-legenda tersebut kemudian mendorong hadir penelitian yang lebih lanjut mengenai interaksi manusia dan bulan.

Agus menjelaskan, pandangan modern manusia tentang bulan dimulai dari pembantahan teori Aristotle yang menyebut bahwa permukaan bulan adalah mulus. Teori ini kemudian dipatahkan oleh Galileo dalam buku yang berjudul The Starry Messenger (1610).

Teori baru tersebut kemudian diperkuat oleh Thomas Harriot, seorang astronom Inggris yang pertama kali berhasil meneropong bulan dan menggambarkan permukaannya.

Awal Mula Era Penjelajahan Bulan

Era penjelajahan bulan oleh manusia dimulai oleh negara-negara adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet pada saat perang dingin.

Uni Soviet dengan Luna 3 berhasil memetakan sisi jauh bulan yang tidak pernah dilihat manusia. Sedangkan, misi paling terkenal mengenai bulan adalah Misi Apollo dari NASA yang berhasil membawa manusia ke bulan.

Sedangkan di India, misi Wahana Chandrayaan 1 dari India berhasil mendeteksi keberadaan molekul air di kutub bulan.

Adapun Agus juga menjelaskan mengenai prediksi penjelajahan bulan oleh manusia di masa depan yang sangat beragam, seperti yang dilakukan oleh Yusaku Maezawa dan SpaceX.

Mereka merencanakan proyek seni dan wisata ke bulan. Selain itu, juga terdapat investigasi air di permukaan bulan termasuk pengeboran yang telah direncanakan dalam Misi Viper.

"Tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan akan ada pembangunan koloni di bulan," jelas Agus.



Simak Video "Bagaimana Bulan Terbentuk?"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia