Muhammadiyah Milad ke-109, Sejarah & Tujuan Ahmad Dahlan Mendirikannya

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 18 Nov 2021 16:30 WIB
Milad Muhammadiyah ke 109: Tema, Logo, Rangkaian Acara
Simbol Muhammadiyah yang ulang tahun ke-109 pada 18 November 2021. Foto: dok. istimewa
Jakarta - Organisasi Muhammadiyah memperingati hari lahirnya yang ke-109 tepat pada hari ini, 18 November 2021. Tak ketinggalan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ikut memberikan ucapan selamat dan apresiasi pada salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Dalam rilis yang diterima detikedu pada Kamis (18/11/2021), Menag Yaqut menyampaikan Muhammadiyah telah memberi contoh dan teladan tentang bakti dan kepedulian pada sesama. Tidak hanya untuk umat Islam, namun juga masyarakat umum.

Hal itu sesuai dengan apa yang diajarkan oleh tokoh pendirinya, K.H. Ahmad Dahlan dalam memangkas kesenjangan kaya dan miskin lewat semangat Al-Ma'un.

K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah tidak lepas dari gagasannya. Bagaimana asal mula organisasi ini didirikan?

Sejarah Muhammadiyah

Hari lahir Muhammadiyah adalah 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912. Dalam laman resmi Muhammadiyah disebutkan, pasca menunaikan ibadah haji dan bermukim yang kedua kali pada 1903, KH Ahmad Dahlan mulai menyebarkan pembaruan di tanah air.

Ide tersebut ia dapat setelah berguru pada ulama-ulama asal Indonesia yang berada di Mekah, contohnya Syeikh Ahmad Khatib dari Minangkabau, Kiai mas Abdullah dari Surabaya, Kiai Fakih dari Maskumambang, dan Kiai Nawawi dari Banten.

Tak hanya berguru, dia juga membaca berbagai pemikiran pembaharu Islam seperti Muhammad bin Abdil Wahhab Ibn Taimiyah, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha.

Salah satu siswa K.H. Ahmad Dahlan di Kweekscholl Jetis pun menyarankan agar kegiatan pendidikan yang dirintisnya diurus oleh suatu organisasi agar terus berkelanjutan, bahkan hingga sang kiai wafat.

Berdasarkan catatan ahli sejarah Universitas Gadjah Mada, Adaby Darban (2000) seperti dikutip dari Muhammadiyah, nama organisasi Muhammadiyah pada mulanya diusulkan oleh kerabat dan sahabat K.H. Ahmad Dahlan, yakni Muhammad Sangidu. Nama tersebut akhirnya ditetapkan pasca sang kiai salat istikharah.

Tujuan Didirikan Muhammadiyah

Darban (2000) juga menyatakan, Muhammadiyah didirikan tidak hanya untuk mengaktualisasi gagasan K.H. Ahmad Dahlan. Tetapi juga sebagai wadah untuk Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah yang didirikannya pada 1 Desember 1911.

Madrasah itu adalah lanjutan dari sekolah informal agama Islam dan pengetahuan umum yang dibentuk Ahmad Dahlan di beranda rumahnya.

Kata Muhammadiyah sendiri berarti pengikut Nabi Muhammad SAW. penggunaannya dimaksudkan sebagai penghubung ajaran serta jejak perjuangan Nabi Muhammad.

Haji Djarnawi Hadikusuma seperti disebutkan dalam laman Muhammadiyah mengatakan, nama ini juga untuk menjelaskan bahwa pendukung Muhammadiyah adalah umat Nabi Muhammad dan asasnya asalah Islam.

Tujuan lainnya, yakni agar bsia menjalankan kehidupan dunia sepanjang kemauan agama Islam. Jadi, ajaran Islam yang suci dan benar dapat memberi napas pada kemajuan umat Islam maupun bangsa Indonesia pada umumnya.

Djarnawi Hadikusuma menyampaikan, Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini telah menampilkan Islam sebagai 'sistem kehidupan manusia dalam segala seginya'.

Simak Video "Jokowi Bicara Penanganan Covid dan Presidensi G20 di Milad Muhammadiyah"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia