Gerhana Bulan Sebagian 19 November, Apakah Dilihat Seluruh Indonesia?

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 17 Nov 2021 18:00 WIB
Gerhana Bulan Sebagian 19 November, Ini Daftar Daerah yang Bisa Lihat
Ilustrasi bulan, yang mengalami gerhana sebagian pada 19 November 2021. Foto: BBC Magazine
Jakarta - Gerhana bulan sebagian dapat kembali disaksikan pada 19 November 2021. Namun seperti fenomena serupa sebelumnya, tidak semua daerah bisa menyaksikan peristiwa angkasa ini.

Dalam situsnya, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) yang kini bernama Badan Riset dan Inovasi Nasional Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (BRIN-ORPA) menjelaskan wilayah yang bisa melihat kejadian tersebut. Sekaligus tentang fenomena gerhana bulan sebagian itu sendiri.

Di mana bisa menyaksikan gerhana bulan sebagian?

1. Fase awal penumbra

Gerhana bulan ini diawali dengan fase awal penumbra yang terjadi pada pukul 13.00 WIB/ 14.00 WITA/ 15.00 WIT. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase ini karena bulan masih berada di bawah ufuk dan belum terbit.

2. Fase awal sebagian

Tahapan ini terjadi pada pukul 14.18 WIB/ 12.18 WITA/ 16.18 WIT. Sama seperti sebelumnya, fase ini tidak dapat disaksikan seluruh Indonesia karena bulan belum terbit.

3. Fase puncak gerhana bulan sebagian

Puncak gerhana Bulan sebagaian terjadi pada pukul 16.02 WIB/ 17.02 WITA/ 18.02 WIT. Fase puncak gerhana bulan dapat disaksikan di Provinsi Papua Barat (keciali Kabupaten Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papu dan sebagian provinsi Maluku (Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara/ Kepulauan Kei, Kepulauan Aru).

Fase puncak gerhana juga dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut dekat gugus Pleadis konstelasi Taurus. Fase Akhir sebagian dapat dilihat di Pulau Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Pulau Madura, Bali dan Jawa (kecuali Provinsi Banten, DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat, sebagian Kepulauan Riau, dan Provinsi Bangka Belitung.

Gerhana bulan sebagian ini adalah gerhana ke 45 dan 71 dalam seri Saros-126. Seri Saros berasal dari siklus Saros. Siklus Saros adalah siklus gerhana yang memiliki durasi rata-rata selama 18 tahun 11 hari 8 jam dan terput sebesar 223 lunasi (siklus sinodis Bulan).

Seri Saros untuk gerhana bulan diawali dengan gerhana bulan penumbral adalah ketika bulan memasuki penumbra Bumi, kemudian Bulan perlahan memasuki umbra Bumi sehingga terjadi gerhana bulan sebagian dan dilanjutkan dengan permbukaan Bulan masuk ke dalam umbra sehingga terjadi gerhana bulan total-sentral, yaitu ketika Bulan berada d tengah-tengah umbra.

Simak Video "Penampakan Fenomena Waterspout di Perairan Utara Bali "
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia