Indonesia Disebut Sedang Alami 'Tsunami' Kebangkrutan, Apa Maksudnya?

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 15 Nov 2021 11:45 WIB
Pusat perbelanjaan The Park Solo Baru di Sukoharjo, Jawa Tengah, masih sepi pengunjung. Sebagian gerai masih tutup karena menunggu surat pelonggaran PPKM dari bupati.
Foto: Agung Mardika/Indonesia Dilanda Tsunami Kebangkrutan, Apa Maksudnya?
Jakarta - Kondisi bangkrut disebut dialami sejumlah toko ritel di berbagai wilayah Indonesia. Peristiwa ini merupakan dampak dari pandemi, meski ada kebijakan pelonggaran aktivitas yang diterapkan pemerintah.

Beberapa contohnya adalah toko di mal yang over kredit atau pindah tangan ke penyewa lain sebelum kontrak usai, seperti dilansir dari CNBC Indonesia dalam salah satu artikelnya dengan judul, "Makin Mengkhawatirkan! RI Dilanda 'Tsunami' Kebangkrutan" yang tayang 13 November 2021. Selain itu sejumlah pusat perbelanjaan rencananya akan dijual.

"Ada yang dilego, itu ada masalah sebelum-sebelumnya bisa," jelas Ketua Umum Himpunan Perital dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo pada CNBC Indonesia, dikutip Senin (15/11/2021).

Budihardjo beranggapan, solusi untuk permasalahan ini adalah dengan transaksi penjualan. Namun, hal ini sulit dilakukan karena daya beli masyarakat mengalami degradasi. Diskon pun sulit karena banyak usaha yang ada dalam keadaan sulit.

Salah satu contoh penjualan mal baru-baru ini adalah Cibinong Square di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meski begitu, sulit untuk menentukan berapa banyak mal yang dijual atau ditutup. Sebab, tidak semuanya melaporkan ke asosiasi.

"Pusat perbelanjaan tercatat ada 8 pusat perbelanjaan, 1 tutup sisanya alih kepemilikan (7 mal dijual). Ini yang sudah diketahui, tapi masih banyak yang proses penyelamatan atau ambil alih dalam penawaran," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja.

Dengan kondisi ini, apa arti bangkrut? Samakah dengan pailit?

A. Pengertian bangkrut

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bangkrut adalah menderita kerugian hingga jatuh (perusahaan, toko, dan lainnya) dan gulung tikar.

Dalam buku Mengubah Utang Macet Menjadi Utang Lancar dan Kredit Macet Menjadi Kredit Lancar oleh Garrett Sutton, salah satu peneliti kebangkrutan dari Harvard Law, Elizabeth Warren dalam bukunya yang berjudul The two Income Trap, tidak ada satu orang pun yang bisa kebal dari kemungkinan akan kebangkrutan. Hal ini ada di setiap tingkat kehidupan maupun penghasilan.

B. Beda bangkrut dan pailit

Pailit adalah jatuh (perusahaan dan sebagainya), bangkrut, dan jatuh miskin. Tetapi, dalam buku Lembaga Kepailitan di Antara Dua Kutub Kepentingan karya M. Fauzi, dituliskan para ahli punya definisi pailit yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing.

Misalnya menurut M. Hadi Shubhan (2008), pailit adalah keadaan di mana debitur tidak dapat lagi membayarkan hutang-hutang pada para krediturnya. Ada pula istilah kepailitan adalah putusan pengadilan yang menyebabkan sita umum atas semua kekayaan debitur pailit, bagi yang sudah ada ataupun akan ada di kemudian hari.

Sedangkan Sunarmi (2010) mengaitkan bankrupt dengan pailit sebagai kondisi di mana debitur tidak mampu membayar hutang-hutangnya yang sudah jatuh tempo. Ketidakmampuan ini disimpulkan dari hutang yang tidak dibayar meskipun sudah ditagih. Akan tetapi, hal ini juga perlu melalui proses pengajuan ke pengadilan, baik atas permintaan sisi debitur maupun kreditur.

Itulah yang dimaksud bangkrut dalam dengan tsunami kebangkrutan yang dianggap melanda Indonesia. Bagaimana menurut detikers?

Simak Video "Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Akhir Tahun Capai 4%"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia