Ternyata Ini 4 Hal Mengerikan yang Terjadi Saat Asteroid Memusnahkan Dinosaurus

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 11 Nov 2021 17:00 WIB
ilustrasi Asteroid
Foto: iStockphoto/Ternyata Ini 4 Hal Mengerikan yang Terjadi Saat Asteroid Memusnahkan Dinosaurus
Jakarta - Pada kurun waktu 66 juta tahun silam, sebuah asteroid yang sangat besar menabrak Bumi. Tabrakan asteroid ini memicu serangkaian peristiwa mengerikan mengakibatkan musnahnya dinosaurus.

Salah satu bekas tempat jatuhnya asteroid itu kini dipelajari oleh para ilmuwan. Tempat tersebut ada di kawah Chicxulub yang berada di bawah perairan Teluk Meksiko.

Dengan penelitian yang dilakukan ilmuwan di beberapa tempat termasuk di di kawah Chicxulub, terdapat penemuan hal-hal mengerikan yang terjadi di masa lalu.


Berdasarkan studi tahun 2020 yang dipimpin oleh Sean Gulick, seorang profesor riset di Institut Geofisika Universitas Texas, asteroid yang menabrak bumi dikatakan memiliki diameter sekitar 12 kilometer dan melaju dengan kecepatan hingga 43.000 kilometer/jam ketika menciptakan bekas selebar 124.200 km di permukaan Bumi.


1. Hantaman Keras yang Mengeluarkan Aerosol Belerang

Pada saat asteroid menghantam planet, diperkirakan memiliki posisi sekitar 60 derajat di atas cakrawala.

Sudut tersebut sangat merusak karena memungkinkan tumbukan asteroid mengeluarkan debu dan aerosol ke atmosfer dalam jumlah besar.

Dikutip dari Live Science, akibat dari hantaman keras tersebut menurut Gulick dan tim bisa menguapkan batuan evaporit, mengirimkan 325 gigaton belerang dalam bentuk aerosol belerang, hingga 435 gigaton karbon dioksida ke atmosfer.

2. Rangkaian Kebakaran Hutan yang Besar


Hantaman keras asteroid kemudian menghasilkan batu yang hancur dan abu yang mengalir kembali ke permukaan. Akibatnya dengan gesekan batu-batu tersebut memicu serangkaian kebakaran hutan yang besar.

Menurut Gulick, asap dan abu tambahan juga memungkinkan mengurangi sinar matahari yang masuk.

Bahkan dalam tangkapan imajinasinya, Gulick percaya bahwa selubung asap mengerikan yang menyebabkan pendinginan itu berlangsung selama lebih dari satu dekade dan bisa menyebabkan kepunahan massal.

"Satu-satunya cara untuk membuat peristiwa kepunahan massal adalah mengacaukan sesuatu yang mempengaruhi seluruh planet," kata Gulick.

3. Bencana Tsunami Raksasa


Selain kebakaran hutan, berdasarkan penelitian pemodelan, hantaman asteroid juga memberi dampak bencana lain yakni tsunami besar.

Dalam sebuah pemodelan, gelombang bisa mencapai tinggi hampir 1,5 kilometer dengan kecepatan sapuan 143 kilometer/jam. Sementara gelombang lainnya bisa mencapai ketinggian 15 meter) di Samudra Atlantik dan 4 meter di Samudra Pasifik Utara.

4. Iklim Planet Berubah

Berdasarkan penelitian tahun 2014, Nature Geoscience mengatakan bahwa bahan yang dilemparkan ke atmosfer sebagian besar terdiri dari batu yang dihancurkan dan tetesan asam sulfat, yang berasal dari batuan laut yang kaya sulfat atau yang dikenal sebagai anhidrit (yang menguap selama serangan asteroid).

Uap itu kemudian membentuk awan dan menciptakan selubung di sekitar Bumi hingga mengurangi panas dan cahaya matahari yang masuk. Akibatnya, pendinginan jangka panjang terjadi secara drastis hingga mengubah iklim planet.

Dalam penelitian lain tahun 2016 di jurnal Geophysical Research Letters juga menemukan bahwa suhu rata-rata di daerah tropis saat itu menurun drastis dari 27 derajat Celcius menjadi 5 derajat Celcius.

Dengan kondisi sinar matahari yang meredup, maka fotosintesis berkurang dan dasar rantai makanan di darat dan di laut hancur.

Sementara itu, asam sulfat di udara menyebabkan hujan asam mematikan yang turun selama berhari-hari setelah hantaman asteroid, membunuh banyak hewan laut yang hidup di bagian atas lautan, serta di danau dan sungai.

Simak Video "Penjelasan NASA soal Kemungkinan Asteroid Hantam Bumi di Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia