Sosok Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi Penumpas Pemberontakan DI/TII

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 10 Nov 2021 20:30 WIB
Jenderal Ahmad Yani
Foto: Repro buku Kunang-kunang Kebenaran di Langit Malam
Jakarta -

Jenderal Ahmad Yani adalah salah satu korban tragedi G30S/PKI. Disebutkan dalam buku Kisah 124 Pahlawan & Pejuang Nusantara tulisan Gamal Komandoko, Jenderal Ahmad Yani lahir di Jenar, Purworejo, Jawa Tengah pada 19 Juni 1922.

Dia hanya sempat sekolah hingga kelas 2 AMS (dulu setara SMA) bagian B. Selanjutnya, Ahmad Yani tekun dalam kemiliteran.

Karier Militer Ahmad Yani

Ahmad Yani pernah studi di Dinas Topografi Militer Kota Malang dan Bogor saat masa penjajahan Belanda. Di masa pendudukan Jepang, dia bergabung dengan Heiho (pembantu prajurit jepang) di Magelang.

Setelah pertempuran 7 hari di Magelang pada awal kemerdekaan, Ahmad Yani bisa melawan dan melucuti persenjataan Nakamura Butai.

Kariernya terus menanjak dan dia turut menumpas pemberontakan di Madiun pada 18 September 1948. Ketika Agresi Belanda II pada 19 Desember 1948, Ahmad Yani dipilih sebagai Komandan Wehrkreise daerah Kedu. Wehrkreise adalah strategi pertahanan dan taktik gerilya yang diterapkan TNI dan laskar rakyat kala itu, pasca Agresi Belanda I 21 Juli 1947.

Kemampuan Ahmad Yani hingga bertahun-tahun selanjutnya membuatnya ditarik sebagai staf angkatan darat. Dia pun mendapat tugas belajar di Command and General Staff College, Amerika Serikat dan lulus tahun 1962.

Dalam pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang dipimpin Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, Ahmad Yani menunjukkan kecakapannya. Pemberontakan tersebut berlangsung di Jawa Tengah setelah sebelumnya diumumkan pendirian Negara Islam Indonesia (NII) di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 1949.

Keberhasilan demi keberhasilan pun membuat Ahmad Yani diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Gugur dalam Peristiwa G30S/PKI

Anak emas Presiden Soekarno itu menjemput ajal melalui berondongan peluru pada Kamis, 30 September 1965. Jasadnya yang dimasukkan ke sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur itu dimakamkan lima hari kemudian.

Ahmad Yani dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pada 5 Oktober 1965.



Simak Video "Pantai Lubang Buaya, Senangnya Seru-seruan Melompat Bebas ke Dalam Laut, Maluku"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia