Kenapa Lapangan Stadion JIS Dirawat Burung Kaki Bayam? Ini Alasannya

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 09 Nov 2021 18:30 WIB
bururng kaki bayam timur
Foto: Imam Fadila via Wikimedia Commons/Kenapa Lapangan Stadion JIS Dirawat Burung Kaki Bayam? Ini Alasannya
Jakarta - Lokasi Jakarta International Stadium (JIS) targetnya akan dijadikan tempat untuk Final Piala Dunia U-20 tahun 2022. Selain itu, stadion ini disebut akan menjadi area konser grup asal Korea Selatan, BTS.

Bangunan ini didirikan di atas lahan dengan luas 221 ribu meter persegi atau 22,1 hektar. Di Indonesia, JIS adalah stadion pertama yang menggunakan rumput hybrid turf. Maksudnya adalah perpaduan rumput organik dan sintetis.

Meski begitu, ada fakta menarik di balik perawatan rumput stadion JIS. Pemeliharaannya rupanya dilakukan oleh jenis burung, tepatnya burung kaki bayam/gagang bayam.

JIS StadionJIS Stadion Foto: pradita uatama


Mengenal Burung Kaki Bayam yang Merawat JIS

Dilansir dari CNN Indonesia, perawatan rumput lapangan Jakarta International Stadium dilakukan burung kaki bayam karena mereka dapat membasmi ulat dan serangga serta memakan rumput liar.

"Pemeliharaan juga alami, tidak menggunakan pestisida. Tapi mengoptimalkan alam melalui burung kaki bayam yang akan membasmi ulat dan serangga di rumput serta memakan rumput liar di sekitar stadion," kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto.

Dalam buku Konservasi Burung Air: Perjuangan Melawan Kepunahan karya Hadi Sukadi Alikodra, burung kaki bayam/gagang bayam/jangkungan terdiri dari dua jenis, yaitu gagang bayam belang dan gagang bayam timur.

Burung ini disebut jangkungan karena punya kesan postur yang tinggi. Kakinya panjang dan berwarna kemerahan. Disebutkan barangkali juga karena warna kakinya seperti gagang bayam, burung jenis ini disebut dengan burung gagang bayam.

Baik kaki bayam belang ataupun timur sama-sama dalam famili Recurvirostridae. Sayangnya, kini burung tersebut makin jarang dijumpai. Di tepi Sungai Muning, Kalimantan Selatan, kedua jenis itu sering terlihat bersama-sama, baik saat ada di tanggul sungai atau berenang di tepian Sungai Muning.

Selain dapat hidup bersama, mereka biasanya mulai datang dari pantura Indramayu-Cirebon pada awal bulan November. Burung-burung itu sering tampak di tepi empang dan pantai dalam jumlah yang cukup banyak, hingga 50-75 ekor tiap kelompoknya.

Burung kaki bayam suka dengan habitat rawa-rawa payau dan tawar, tepian sungai, serta tepian empang. Saat musim tanam, burung gagang bayam akan mendatangi sawah untuk mencari cacing. Pada waktu-waktu tersebut, mereka banyak dijumpai di sawah-sawah hingga mencapai 50 ekor tiap kelompok.

Burung tersebut diperkirakan berkembang biak di pantura Pulau Jawa. Dan menurut Siregar (2017), gagang bayam timur diketahui berkembang biak di pantai Timur Surabaya, tepatnya kawasan Wonorejo.

Itulah profil burung kaki bayam yang merawat Jakarta International Stadium Fakta yang menarik, bukan?

Simak Video "Kasus Flu Burung H5N6 di China: 2 Meninggal, 2 Kritis"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia