Hukum Memelihara Anjing bagi Umat Islam, Boleh Nggak Ya?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 28 Okt 2021 10:00 WIB
A male German shepherd bites a man by the hand.
Foto: iStock/Hukum Memelihara Anjing bagi Umat Islam, Boleh Nggak Ya?
Jakarta - Hukum memelihara anjing bagi umat muslim sebenarnya telah diterangkan dalam beberapa sabda Rasulullah SAW. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ [رواه مسلم وأبو داود]

Artinya: "Barangsiapa yang memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga ternak, berburu dan bercocok tanam, maka pahalanya akan berkurang setiap satu hari sebanyak satu qirath." (HR Muslim dan Abu Dawud).

Mengacu pada hadits tersebut, Ustaz Syafiq Riza Basalamah dalam siaran YouTube yang bertajuk Boleh Pelihara Anjing, Catat Ini Syaratnya'mengungkapkan hukum memelihara anjing. hukumnya dibagi menjadi boleh dan tidak bergantung tujuan pemeliharaan.

"Berkaitan dengan memelihara anjing ini, (hukumnya) boleh dan tidak," kata Ustaz Syafiq yang dikutip dari kanal YouTube Syafiq Riza Basalamah Official, Rabu (27/10/2021).

Melalui siaran yang diunggah pada 22 November 2020 tersebut, Ustaz Syafiq menjelaskan bahwa hukum memelihara anjing dibolehkan apabila memenuhi syarat seperti yang disinggung dalam hadits di atas.

Syarat tersebut, kata Ustaz Syafiq, bermanfaat untuk menjadi penjaga perkebunannya, peternakannya, dan berburu. Namun, anjing yang dipelihara untuk kebutuhan perkara tersebut tetap tidak dibolehkan untuk memasuki rumah.

"Salah satu kebutuhan (memelihara anjing) untuk berburu. Dan itu tidak dipelihara di dalam rumah. Atau keluar masuk rumah, tidur bersama, dan digendong," imbuhnya.

Ustaz kelahiran Jember tersebut menyatut pendapat dari sebagian ulama yang menyebut kebutuhan lain dari memelihara anjing. Kebutuhan yang dimaksud adalah untuk menjaga rumah dari bahaya maling dan sebagainya.

"Anjing untuk jaga rumah itu bukan untuk diletakkan di dalam rumah. Tetapi, diletakkan di luar (rumah). Ketika ada maling atau ini itu agar bisa berhati-hati," kata Ustaz Syafiq.

Adapun hukum dari memelihara anjing tanpa diiringi dengan kebutuhan di atas, menurut Ustaz Syafiq akan dikenakan sanksi. Sanksinya adalah berupa pahala yang dikurangi sebesar satu qirath.

"Barangsiapa yang memelihara anjing yang nggak berguna buat kebun, dan tidak berguna buat ternak dia, maka setiap hari akan berkurang pahala amalan dia satu qirath," tutur dia.

Berdasarkan penjelasannya, satu qirath yang dimaksud ini setara dengan pahala sebesar Gunung Uhud. Pahala sebesar Gunung Uhud biasanya diganjarkan bagi orang yang membantu mengantarkan jenazah atau orang yang menyolati dan mengubukan jenazah.

"Satu qirath seperti Gunung Uhud. Seperti orang yang mengantarkan jenazah dapat satu qirath, orang yang menguburkan jenazah dan sholat 2 qirath. Jadi orang yang memelihara anjing yang tidak ada gunanya. Ada sanksinya. Apa sanksinya? Dikurangi pahalanya," terang Ustaz Syafiq lagi.

Selain sanksi berupa pengurangan pahala sebesar satu qirath, sanksi bagi yang memelihara anjing tanpa hajat tertentu juga disebut Ustaz Syafiq dapat menghalangi masuknya malaikat-malaikat rahmat.

Ia mengisahkan saat malaikat Jibril yang pernah enggan memasuki rumah Rasulullah SAW. Ternyata diketahui, saat itu ada anjing masuk ke dalam rumah beliau. Anjing yang dimaksud itu bukan anjing peliharaan. Namun hanya anjing yang keluar masuk di rumahnya.

"Malaikat Jibril pernah tidak mau masuk ke rumah Nabi SAW karena ada anjing masuk ke rumah. Bukan dipelihara, tapi masuk. Jadi menghalangi malaikat rahmat masuk," kata dia.

Nah, demikian penjelasan dari Ustaz Syafiq Riza Basalamah tentang memelihara anjing bagi umat muslim. Semoga mudah dipahami ya!

Simak Video "Jelang Libur Maulid Nabi, Arus Kendaraan di Tol Cipularang Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia