Nadiem Buat Pegiat Musik Asal Toba Terisak-isak, Ada Apa?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 27 Okt 2021 20:43 WIB
Nadiem Makarim hadiri Festival Musik Tradisi di Toba
Foto: doc. Kemdikbud/Nadiem Buat Pegiat Musik Asal Toba Terisak-isak, Ada Apa?
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) baru saja menggelar Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI): Lake Toba Ethnic Music Festival. Acara tersebut digelar 21 Agustus 2021 hingga 26 Oktober 2021.


Dalam kunjungannya, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim berhasil membuat pegiat musik asal Toba, Martahan Sihotang terharu. Martahan Sihotang terisak-isak ketika pulang dari lokasi kegiatan FMTI dan menemukan mendikbud sedang berada di bengkel tempatnya membuat alat-alat musik tradisi.


Sebagai pegiat musik tradisional, Martahan bersama dengan adiknya Elvrida Sihotang menggerakkan kegiatan-kegiatan kesenian seperti pelatihan tari Tor-Tor untuk anak-anak remaja, pembuatan kesenian kerajinan dari bambu untuk para ibu di desanya.


Mengetahui hal tersebut, Nadiem pun ikut terharu sekaligus memuji penampilan para maestro dan pemuda pemudi di malam puncak FMTI Toba.


"Bunyi-bunyian yang saya dengar di FMTI Toba tadi tidak pernah saya dengar sebelumnya. Sangat cantik dan kental kesakralannya, namun relevan dengan zaman," ungkapnya.


Perpaduan musik tradisi dan inovasi


Menurut Mendikbud Ristek, musik-musik yang ditampilkan Martahan merupakan bukti perpaduan antara kentalnya tradisi dan inovasi.


"Inovasi musik seperti itulah yang saya ingin dengar terus. Perpaduan musik tradisi dengan inovasi dimana sesekali saya mendengar musik hip hop, sesekali musik elektronik. Luar biasa," puji Nadiem.


Senada dengan Nadiem, Martahan pun sepakat tentang inovasi musik dalam tradisi. Menurutnya, musik yang seperti itu akan merangsang anak-anak muda lebih mencintai tradisi".


Pelestarian musik tradisi di Toba


Saat berada di sana, Nadiem tak hanya belajar alat musik taganing, namun juga ikut mendalami soal alat musik lainnya seperti hasapi, serune, dan garantung sambil bertukar pikiran.


Namun, Nadiem memiliki kekhawatiran apabila tidak ada pergerakan bersama untuk melestarikan musik tradisi tersebut.


"Terus terang saya selalu memikirkan bagaimana caranya musik ini laku dan dicintai masyarakat luas. Tapi lebih penting, bagaimana secara generik dapat dinikmati anak muda. Saya khawatir musik ini bisa hilang kalau kita tidak bergerak bersama," ungkapnya.


Terharu dengan perhatian Mendikbud


Sementara itu saat ditanya perasaan tentang Mendikbud yang menginap di rumahnya, Martahan menuturkan perasaan haru karena sudah diperhatikan.


"Terharu, karena mendapatkan perhatian. Sudah tiga tahun saya meninggalkan istri dan anak di Jakarta untuk memajukan kebudayaan Toba. Komitmen saya ini ternyata diperhatikan Mas Menteri," katanya.


Adapun terkait, acara FMTI, Mendikbud turut mendapat masukan 60 maestro dan pemuda-pemudi penggerak budaya. Dengan masukan tersebut, harapannya ke depan kebudayaan dapat mensejahterakan masyarakat di kawasan Destinasi Super Prioritas tersebut.

Simak Video "Mobil Tercebur ke Danau Toba, Begini Detik-detik Penyelamatannya!"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia