Astronaut Ungkap Rasa Prihatin Lihat Kondisi Bumi dari Antariksa, Ada Apa?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 27 Okt 2021 14:30 WIB
A NASAs Terra satellite image shows smoke continuing to spread west from the Camp Fire and two more fires, the Hill and Woolsey Fires in southern California, U.S., on November 9, 2018. Picture taken on November 9, 2018.  Courtesy NASA/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.
Foto: Dok. NASA/Handout via REUTERS/Astronaut Ungkap Rasa Prihatin Lihat Kondisi Bumi dari Antariksa, Ada Apa?
Jakarta - Baru-baru ini, salah seorang Astronaut NASA bernama Megan McArthur menuturkan keprihatinannya melihat bumi saat berada di stasiun luar angkasa International Space Station (ISS). Ada apa?


Selama ini, kondisi bumi bisa dilihat dari luar angkasa dengan menggunakan citra satelit. Biasanya astronaut atau NASA membagikan foto keindahan bumi mulai dari pemandangan struktur bumi seperti gunung dan sungai hingga foto keindahan bumi di malam hari.


Namun, hal yang dilihat Megan McArthur beberapa waktu lalu bukanlah keindahan bumi seperti yang ditampilkan sebelumnya. Apa yang sebenarnya terjadi?


Penyebab Astronaut NASA Prihatin dengan Bumi


Megan McArthur mengatakan bahwa keprihatinannya berkaitan dengan kebakaran hebat yang terjadi di banyak tempat di bumi. Bahkan, beberapa kebakaran hutan itu bisa dilihat dengan mudah dari ISS.


"Kami sangat bersedih melihat kebakaran yang terjadi di bagian besar bumi, tidak hanya di Amerika Serikat," katanya seperti dikutip dari Futurism.


Kondisi ini sebenarnya sudah menjadi darurat global di mana banyak ilmuwan seluruh dunia menyuarakan isu lingkungan ini.


Namun, menurut Megan perlu adanya komunitas global untuk menghadapi kondisi hutan bumi yang memprihatinkan, serta tantangan lingkungan lainnya.


"Selama beberapa tahun, ilmuwan di seluruh dunia sudah menyuarakan bel alarm. Ini adalah peringatan bagi seluruh komunitas global. Butuh komunitas global untuk menghadapi hal ini dan untuk bekerja melalui tantangan tersebut," ungkapnya.


Area Kebakaran Hutan yang Dilihat NASA


Melalui citra satelit, NASA menjelaskan musibah kebakaran hutan yang melanda berbagai negara, mulai dari Siberia, Yunani, Turki, Spanyol sampai California.


Bahkan di Siberia, yang terkenal dengan wilayah udara dingin, kebakaran terjadi pada skala besar dan telah mengukir rekor baru dalam catatan sejarah.


Saking parahnya, asap dari kebakaran Siberia bisa mencapai area Kutub Utara, berdasarkan pengamatan NASA.


"Kebakaran Siberia lebih luas dari seluruh kebakaran yang melanda bumi saat ini dipadukan jadi satu. Rekaman satelit NASA menunjukkan hamparan asap berada di area sepanjang 4.800 kilometer hingga sampai di Kutub Utara," papar Megan.


Sementara itu, menurut hasil riset Dr Simon Evans dari Carbon Brief, daerah hutan hujan Amazon Brasil juga kini terancam karena deforestasi atau penggundulan hutan untuk dialihfungsikan menjadi pertanian, peternakan bahkan kawasan tinggal atau perkotaan.


Peneliti mengungkap bahwa sebanyak sebanyak 40% dari hutan hujan Amazon dapat berubah menjadi lanskap, seperti sabana yang lebih kering jika tingkat curah hujan terus menurun akibat dari perubahan iklim.


Dengan adanya kondisi yang memprihatinkan ini, Megan berharap ada tindakan serius oleh komunitas global untuk menemukan solusi kebakaran hutan yang terjadi di berbagai muka bumi.


"Perlu adanya tindakan serius untuk menanggulangi musibah kebakaran semacam ini, khususnya dengan mendengarkan saran dari para ilmuwan. Jika tidak maka bisa runyam akibatnya," tuturnya.

Simak Video "NASA Bersiap Terbangkan 4 Astronaut ke Stasiun Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia