Apa Arti Suci dalam Islam? Ternyata Ini Bedanya dengan Bersih

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 27 Okt 2021 12:16 WIB
Istanbul, Turkey - April 07, 2012: Man performing ablution. Ablution is a ritual act, where the person washes himself/herself in order to get ready for the prayer. Image taken during midday at the fountains next to Sultanahmet Mosque in Istanbul.
Foto: iStock/Apa Arti Suci dalam Islam? Ternyata Ini Bedanya dengan Bersih.
Jakarta - Arti suci dalam ajaran agama Islam kerap dikaitkan dengan keadaan bersih dari najis atau kotoran. Meskipun begitu, tidak semua hal yang bersih dapat dikatakan sebagai hal yang suci.

Melansir dari repository Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, kata bersih pada umumnya digunakan untuk ungkapan sifat lahiriah. Sementara itu, kata suci biasa dipakai dalam menyebut ungkapan sifat batiniah, seperti jiwanya suci.

Suci dalam istilah Islam didefiniskan sebagai keadaan tidak terkena najis, bebas dari dosa, atau bebas dari suatu barang dari mutanajis, najis dan hadas. Lain halnya dengan bersih yang bermakna terbebasnya manusia atau suatu barang dari kotoran.

Islam mengenal tiga macam istilah yang membahas tentang perkara kebersihan di antaranya,

1. Nazafah (nazif)

Artinya kebersihan tingkat pertama,yang meliputi bersih dari kotoran dan noda secara lahiriah. Alat pembersihnya menggunakan benda yang bersih, seperti air.

2. Thaharah

Thaharah mengandung pengertian yang lebih luas dan mencakup kebersihan lahiriah dan batiniah.

3. Tazkiyah

Takziyah bisa dimaknai dengan keadaan membersihkan diri dari sifat-sifat (perbuatan) tercela dan menumbuhkan serta memperbaiki jiwa dengan sifat-sifat terpuji. Al Quran juga menyebut kata zakat yang seakar dengan kata tazkiyah. Artinya memang kedua kata tersebut dimaknai sebagai pembersihan harta.

Arti suci dan kesucian dalam Al Quran disinggung dalam surat Al Baqarah ayat 22 yang berisikan perintah Allah SWT kepada manusia untuk bersuci,

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: "Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, "Itu adalah sesuatu yang kotor." Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri."

Selain itu, keutamaan dari kesucian terbukti dari salah satu sabda Rasulullah SAW. Ia menyebutkan bahwa suci merupakan salah satu syarat diterimanya sholat. Berikut bunyi haditsnya,

مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطُّهُورُ

Artinya: "Kunci sholat itu adalah kesucian." (HR Tirmidzi).

Jadi, sebagai umat muslim sudah sepatutnya kita untuk menjaga arti suci dalam diri. Terutama sebagai syarat untuk mengamalkan ibadah kita. Semoga tulisan ini dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT ya. Aamiin.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia