Mengapa Ada Organisasi Menwa di Kampus? Ini Sejarahnya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 26 Okt 2021 20:30 WIB
resimen mahasiswa
Foto: instagram @menwa_uns/Mengapa Ada Organisasi Menwa di Kampus? Ini Sejarahnya
Jakarta - Baru-baru ini ramai pemberitaan soal organisasi kampus Resimen Mahasiswa atau Menwa di Indonesia. Penyebabnya karena terdapat salah satu mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang meninggal saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar).


Mahasiswa bernama Gilang Endi Saputra (21) meninggal dunia saat mengikuti Diklatsar Menwa UNS pada Minggu (24/10) malam di kawasan Jurug, Solo, Jawa Tengah.


Hingga saat ini Menwa terus menjadi perbincangan termasuk sejak kapan organisasi Menwa berada di kampus dan bagaimana sejarah terbentuknya dahulu.


Merangkum dari laman resmi Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berikut ini sejarah dan tujuan dibentuknya Menwa di Kampus.


Sejarah Menwa di Kampus


Menwa pertama kali dibentuk oleh Jenderal Besar A.H. Nasution pada tanggal 13 Juni-14 September 1959. Pada saat itu diadakan wajib latih bagi para mahasiswa di Jawa Barat.


Menwa menjadi salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).


Bisa dikatakan, keberadaan Menwa di kampus berperan sebagai komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan ilmu militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya.


Oleh karena itu, mahasiswa diberi latihan agar siap mempertahankan home-front dan bila perlu ikut memanggul senapan ke medan laga. Untuk markas komando satuan Menwa sendiri bertempat di kesatuan masing-masing yang anggotanya adalah mahasiswa atau mahasiswi yang berkedudukan di kampus tersebut.


Di kampus, Menwa diberikan wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dengan UKM lain dan berada langsung di bawah rektorat.


Pelantikan Menwa


Pada Februari 1962 diadakan Refreshing Course selama sepuluh minggu di Resimen Induk Infantri dan dilanjutkan dengan latihan selama 14 hari yang dikenal dengan sebutan Latihan Pasopati.


Pada 20 Mei 1962 anggota Resimen Mahasiswa Angkatan 1959 dilantik oleh Pangdam VI/SLW menjadi bagian organik dari Kodam VI/SLW.


Dalam rencana kerja empat tahunnya tercantumlah pembentukan kader inti dan ini sudah terlaksana sejak permulaan semester 2 tahun ajaran 1962-1963, termasuk pembentukan kader inti putri.


Pada saat itu, mahasiswa-mahasiswi Jawa Barat khususnya Bandung mengikuti Latihan di tempat penggodokan prajurit-prajurit TNI.


Kemudian, pada tanggal 12 Juni 1964 keluarlah Surat Keputusan Menteri Koordinator Komponen Pertahanan dan Keamanan DR. A.H. Nasution Jenderal TNI yang mengesahkan Duaja Resimen Mahawarman.


Semboyan Menwa


Menwa Indonesia memiliki semboyan yang berasal dari Bahasa sansekerta yakni "Widya Castrena Dharmasiddha" yang memiliki arti "Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan".


Maksud dari Ilmu Pengetahuan di sana adalah segala macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan untuk menempuh jenjang karier, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan pengabdian pada masyarakat.


Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, kekesatriaan serta kepemimpinan, bukan sekedar keahlian dalam bertempur ataupun yang sejenis.


Nah, itulah sejarah dan alasan mengapa Menwa menjadi organisasi Kampus.

Simak Video "Buntut Meninggalnya Mahasiswa Gilang, Semua UKM UNS Disetop!"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia