Surat Thaha Ayat 41 Menjelaskan Karunia Ke-8 Nabi Musa, Apa Itu?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 26 Okt 2021 19:00 WIB
Anak-anak muslim Kashmir tetap belajar Alquran di tengah pandemi corona ini. Begini potret anak-anak kashmir belajar alquran di bulan Ramadhan.
Foto: AP Photo/Dar Yasin/Surat Thaha Ayat 41 Menjelaskan Karunia Ke-8 Nabi Musa, Apa Itu?
Jakarta - Surat Thaha ayat 41 menjelaskan tentang salah satu karunia Allah SWT yang dianugerahi kepada Nabi Musa AS. Surat Thaha merupakan surat yang ke-20 dalam susunan mushaf Al Quran dan terdiri dari 135 ayat.

Surat ini dimulai dengan huruf muqattha'ah (Tha, Ha) sehingga disebut sebagai surah Thaha. Isi kandungan utamanya berisikan kisah-kisah nabi mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Musa yakni tentang pengangkatannya menjadi rasul.

Adapun ayat yang menjelaskan tentang pengangkatan Nabi Musa AS menjadi rasul adalah sebagai berikut,

Surat Thaha Ayat 41 Lengkap dengan Latin dan Terjemahannya

وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِي

Bacaan latin: Waṣṭana'tuka linafsī

Artinya: "dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku."

Menurut tafsir dari Al Quran Kementerian Agama (Kemenag), surat Thaha ayat 41 merupakan kelanjutan penjelasan mengenai karunia kedelapan dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Musa AS.

Karunia kedelapan yang dimaksud adalah Allah SWT memilih Nabi Musa AS menjadi rasul. Artinya, dipercaya sebagai orang yang menegakkan hujjah atas kebenaran yang dibawanya dan memimpin umat manusia untuk bertauhid mengesakan Allah SWT.

Selain itu, ditugaskan menjadi perantara dalam menyampaikan agama yang benar dan kabar gembira bagi manusia terkait kebahagiaan dunia dan akhirat.

"Sebagai perantara antara Khalik dan makhluk-Nya, menyampaikan agama-Nya yang lurus, yang membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat," tulis Kemenag.

Sebelumnya, karunia keenam dan ketujuh yang diturunkan kepada Nabi Musa dijelaskan dalam ayat 40. Karunia keenam yakni saat Nabi Musa kecil hendak dibunuh oleh Firaun saat ia mencabut jenggot Firaun. Nabi Musa berhasil diselamatkan oleh istri Firaun yang menyebut saat itu dirinya masih sangat kecil.

"Musa dibela oleh istri Firaun dengan alasan dia masih kecil, belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, maka redalah kemarahan Firaun dan selamatlah Musa dari pembunuhan Firaun dan berbagai cobaan lainnya," bunyi poin dari penafsiran Kemenag.

Selanjutnya adalah saat Nabi Musa melakukan pelarian ke Madyan. Ia menetap di sana kurang lebih selama sepuluh tahun. Di sana ia mengalami kesulitan dalam menjalani hidup sebagai seorang pendatang. Menjadi buruh hingga menggembalakan kambing,

Hingga kemudian ia dinikahkan dengan putri pemilik ternak tersebut yakni Putri Syekh Madyan, Safura. Nabi Musa pun berhasil mencapai usia 40 tahun atau usia yang ditetapkan untuk diangkat menjadi rasul. Hal ini kemudian berlanjut menjadi karunianya yang ke-8 seperti yang diceritakan dalam surat Thaha ayat 41.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia