Mengidentifikasi Struktur Teks Biografi, Kaidah Bahasa, dan Contohnya

Olivia Sabat - detikEdu
Selasa, 26 Okt 2021 17:00 WIB
Close-up image of man enjoying moment for himself and filling diary after difficult day
Foto: iStock
Jakarta -

Pernahkah kalian membaca teks biografi tokoh terkenal, seperti pahlawan, sastrawan, atau bahkan selebriti nasional serta internasional? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.

Mengutip halaman web Kemendikbud, teks biografi adalah tulisan yang memuat identitas seseorang beserta peristiwa-peristiwa yang dialami semasa hidupnya, termasuk karya yang diciptakan, penghargaan yang diterima, dan konflik yang dihadapi.

Uraian identitas tokoh dalam teks biografi mencakup nama, tempat, dan tanggal lahir, latar belakang keluarga, riwayat pendidikan, serta riwayat organisasi yang diikuti. Sementara uraian peristiwa berisi usaha tokoh dalam mengharumkan nama bangsa, mengembangkan karier, atau memperjuangkan hidupnya.

Berdasarkan bentuknya, teks biografi termasuk dalam teks naratif. Hal ini dikarenakan ide pokok paragraf dalam teks biografi tidak terkandung hanya dalam satu kalimat utama, tetapi menyebar ke seluruh kalimat pada paragraf tersebut.

Oleh karena itu, untuk mengetahui informasi pokok teks biografi, pembaca dituntut untuk benar-benar memahami keseluruhan isi teks.

Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam teks biografi, yaitu:

1. Judul biografi
2. Hal menarik dan mengesankan yang terjadi dalam kehidupan tokoh
3. Hal yang mengharukan dan mengagumkan yang ada dalam kehidupan tokoh
4. Hal yang dapat dijadikan pelajaran dari kehidupan tokoh.

Selain itu, dalam menulis teks biografi, terdapat dua cara yang umum digunakan untuk menggambarkan karakter tokoh, yakni:

1. Penggambaran langsung, artinya karakter tokoh utama ditulis secara langsung sehingga pembaca tidak perlu menganalisis makna tersirat.

2. Penggambaran tidak langsung, penulis menjelaskan karakter tokoh utama dengan mendeskripsi cara tokoh menghadapi masalah. Penulis juga bisa menggambarkan watak tokoh melalui dialog antar tokoh.

Struktur Teks Biografi

Dikutip dari Modul Bahasa Indonesia Kelas X Kemendikbud yang disusun oleh Foy Ario, teks biografi terdiri atas tiga struktur, yaitu orientasi, peristiwa penting, dan reorientasi.

1. Orientasi

Disebut juga sebagai setting, orientasi berisi informasi latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan lebih dalam dalam paragraf selanjutnya. Informasi dalam orientasi biasanya mencakup penjelasan mengenai siapa, kapan, di mana, dan mengapa.

2. Peristiwa Penting (important event, record of events)

Merupakan serangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu. Peristiwa ini meliputi berbagai kejadian utama, termasuk hal menarik, mengesankan, mengagumkan, serta mengharukan yang dialami tokoh untuk mencapai tujuannya.

3. Reorientasi

Bagian ini memuat komentar evaluatif atau pernyataan simpulan dari seluruh rangkaian peristiwa yang sudah diceritakan dalam teks. Namun, reorientasi ini bersifat opsional dalam teks biografi.

Kaidah Kebahasaan Teks Biografi

Masih berdasarkan sumber yang sama dengan sebelumnya, teks biografi menggunakan kaidah kebahasaan sebagai berikut:

1. Menggunakan kata ganti orang ketiga tunggal, yaitu ia, dia, atau beliau. Kata ganti ini digunakan secara bergantian bersamaan dengan penyebutan nama tokoh atau nama panggilan tokoh.

2. Banyak menggunakan kata kerja tindakan untuk menjelaskan peristiwa atau perbuatan fisik yang dilakukan oleh tokoh. Contohnya, belajar, membaca, berjalan, melempar, menyerang, dan sebagainya.

3. Menggunakan kata deskripsi untuk menggambarkan secara rinci sifat-sifat tokoh.

Contoh kata deskripsi yang dimaksud adalah genius, rajin, ulet, dan lain-lain.

4. Banyak menggunakan kata kerja pasif untuk menjelaskan peristiwa yang dialami tokoh sebagai subjek yang diceritakan. Contoh: diberi, ditugaskan, dipilih, diminta, dan sebagainya.

5. Banyak menggunakan kata kerja psikis untuk menggambarkan peran tokoh. Contoh penggunaan katanya adalah memahami, menyetujui, menginspirasi, mencintai.

6. Banyak menggunakan kata sambung, kata depan, atau kata nomina yang berkaitan dengan urutan waktu. Contohnya, sebelum, sudah, pada saat, kemudian, selanjutnya, sampai, hingga, pada tanggal, nantinya, selama, saat itu.

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia