Penemuannya Diakui Dunia, Ini Kontribusi 2 Ilmuwan Wanita Indonesia

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 24 Okt 2021 13:01 WIB
Adi Utarini dan Tri Mumpuni (Facebook Jokowi)
Foto: Adi Utarini dan Tri Mumpuni (Facebook Jokowi)
Jakarta -

Indonesia juga memiliki sederet ilmuwan yang telah diakui oleh dunia. Sebut saja BJ Habibie, Dr. Joe Hin Tjio, Khoirul Anwar, Prof. Dr. Mezak Arnold Ratag, dan yang lainnya.

BJ Habibie adalah penemu teori crack propagation yang digunakan untuk mendeteksi rambatan kerusakan konstruksi yang ada dalam badan pesawat. Dr. Joe Hin Tjio adalah orang yang mengungkap fakta jumlah kromosom manusia yang sebanyak 23 pasang atau 46 buah kromosom.

Lalu, Prof. Dr. Mezak Arnold Ratag adalah sosok yang menemukan lebih dari 100 buah nebula planeter baru. Dan Khoirul Anwar merupakan penemu 4G LTE atau konsep dua Fast Fourier Transform (FFT).

Menyusul daftar tokoh tersebut, ada dua ilmuwan perempuan asal Indonesia yang mencatatkan nama mereka secara internasional karena kontribusinya dalam bidang sains. Kedua sosok ini adalah Adi Utarini dan Tri Mumpuni.

Seperti apa penemuan kedua sosok ini? Seperti ini kontribusi mereka dalam bidang sains.

Adi Utarini - Penemu Teknologi Pemberantas DBD

Adi Utarini masuk dalam daftar Nature's 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020 dari jurnal ilmu pengetahuan Nature. Dia mendapatkan pencapaian ini pada akhir tahun 2020.

Berdasarkan CNBC Indonesia, Adi Utarini memimpin uji coba perintis teknologi pemberantasan demam berdarah. Penyakit ini setiap tahunnya menyerang 400 juta orang di seluruh dunia.

Penelitian yang ia lakukan bersama tim ini dapat mengurangi kasus demam berdarah hingga 77 persen di sejumlah kota besar di Indonesia. Manfaat atas penemuan mereka telah diakui dunia.

Tri Mumpuni - Penemu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Tri Mumpuni meraih penghargaan sebagai 22 Most Influential Muslim Scientist di tahun 2020 juga. Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) ini menjadi bagian dari 'The 500 Most Influential Muslims' yang diterbitkan Royal Islamic Strategic Studies Centre.

Tri Mumpuni membangun kemandirian masyarakat di daerah-daerah terpencil dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Dan melalui IBEKA, ia sudah membangun setidaknya 65 PLTMH di berbagai desa terpencil di pelosok-pelosok Nusantara.

Penemuan Tri Mumpuni membuat desa-desa terpencil yang awalnya tidak memiliki penerangan menjadi terang-benderang.

Itulah dua ilmuwan perempuan asal Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. Detikers juga terinspirasi oleh mereka?



Simak Video "Belasan Orang Jalani Isolasi 40 Hari di Gua"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia