Sosok Ibunda Sukarno-Nenek Sukmawati, Bangsawan dari Singaraja Bali

Tim detikcom - detikEdu
Sabtu, 23 Okt 2021 11:00 WIB
Presiden Sukarno dan ibunya
Foto: Tim Infografis : Luthfy Syahban
Jakarta -

Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno memiliki garis darah keturunan bangsawan Bali. Sukarno yang juga ayah dari Sukmawati Soekarnoputri lahir dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, perempuan asal Singaraja, Bali.

Pada Cindy Adams penulis autobiografinya, Sukarno mengaku sang ibu yang punya nama kecil Idayu lahir di Bali dari kasta Brahmana."Ibuku, Idayu, asalnya dari keturunan bangsawan. Raja Singaraja yang terakhir adalah paman ibu," ujar Sukarno yang kemudian dituliskan dalam buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Adapun dikutip dari Ibu Indonesia Dalam Kenangan karya Nurinwa Ki S. Hendrowinoto, dkk, Idayu lahir sekitar tahun 1881 sebagai anak kedua dari pasangan Nyoman Pasek dan Ni Made Liran. Sewaktu kecil orang tuanya memberi nama panggilan Srimben, yang mengandung arti limpahan rezeki yang membawa kebahagiaan dari Bhatari Sri.

Bung Karno menuturkan, kakek dan moyangnya dari pihak ibu adalah pejuangā€pejuang kemerdekaan yang gugur dalam pertempuran sengit dan bersejarah melawan penjajah dikenal dengan nama Perang Puputan, di pantai utara Bali tempat mana terletak Kerajaan Singaraja.

Belanda lalu merampas kekayaan dan menduduki istana, tanah serta semua milik keluarga kerajaan. "Setelah Belanda menduduki istananya dan merampas miliknya, keluarga ibu jatuh melarat. Karena itu kebencian ibu terhadap Belanda tak habis-habisnya dan ini disampaikannya kepadaku," ujar Bung Karno.

Dalam autobiografi yang ditulis Cindy Adams itu juga disebut ayah Sukarno, Soekemi bertemu dengan Idayu saat bertugas sebagai guru sekolah rendah gubernemen di Singaraja.

"Semasa mudanya ibu menjadi seorang gadis pura yang pekerjaannya membersihkan rumah ibadat itu setiap pagi dan petang. Bapak setelah selesai sekolah sering datang ke lubuk di muka pura tempat ibu bekerja untuk menikmati ketenangannya.

Hubungan keduanya tidak direstui karena perbedaan agama. Dengan menempuh berbagai usaha mereka akhirnya menikah secara resmi pada tanggal 15 Juni 1887 dan kemudian pindah ke Surabaya. Di kota ini Sukarno, ayah dari Presiden RI ke-5 Megawati dan adiknya Sukmawati lahir pada 6 Juni 1901.

Kantor Berita Nasional Antara menyiarkan berita kematian Idayu pada Sabtu, 13 September 1958. "Ibunda Presiden Sukarno, telah pulang ke Rahmatullah di tempat kediamannya di Blitar dalam usia 88 tahun, setelah menderita sakit tua lebih kurang 5 tahun. Presiden Sukarno menunggu di sisi almarhumah sampai saat-saat terakhir," tulis Antara.

Setelah itu, seluruh surat kabar yang ada di Indonesia memberitakan dengan huruf-huruf besar sebagai kepala berita memuat kabar duka cita ini di halaman muka. Surat Kabar Bintang Timur menulis dengan kepala berita 'Jakarta Raya Berdukacita; Seluruh Hati Rakyat Indonesia Tertumpah ke Blitar.'



Simak Video "Momen Sukmawati Jalani Ritual Pindah Agama Hindu"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia