25 Cara Hadapi Gempa Bumi, Waspada dan Cegah Korban Jiwa

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 22 Okt 2021 19:30 WIB
Seismograph with paper in action and earthquake - 3D Rendering
Cara menghadapi gempa bumi dari BMKG dan BNPB. Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9
Jakarta - Gempa bumi kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia dan luar negeri setidaknya selama dua pekan terakhir, mulai dari Malang, Maluku Utara, hingga Jepang. Bagaimana cara mengantisipasi gempa bumi agar tidak muncul korban jiwa?

Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunung api, atau runtuhan batuan.

Gempa bumi bersifat merusak, dapat terjadi setiap saat, dan berlangsung dalam waktu singkat. Gempa bumi dapat menghancurkan bangunan, jalan, jembatan, dan lain-lain dalam sekejap. Gempa bumi juga menjadi faktor risiko kecelakaan dan bencana seperti kebakaran dan longsor.

Dikutip dari Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai saat ini belum ada ahli dan institusi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa bumi. Di sisi lain, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi gempa bumi, baik di tahap prabencana, saat bencana, maupun setelah bencana terjadi.

Cara Hadapi Gempa Bumi

Badan Meteolologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, kunci utama persiapan menghadapi gempa bumi adalah memastikan struktur dan letak rumah dapat terhindar dari bahaya yang dapat disebabkan gempa bumi, yaitu seperti longsor dan liquefaction (pencairan tanah). Di samping itu, evaluasi dan renovasi struktur bangunan penting agar orang yang beraktivitas di sekitarnya terhindar dari bahaya gempa bumi.

Cara mengantisipasi bahaya gempa bumi seperti dikutip dari laman BMKG dan BNPB yaitu sebagai berikut:

Sebelum Gempa Bumi/ Prabencana

  • 1. Menyiapkan rencana penyelamatan bila gempa bumi terjadi.
  • 2. Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.
  • 3. Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan.
  • 4. Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat. Renovasi juga bagian bangunan yang sudah rentan.
  • 5. Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan pemerintah.

Saat Gempa Bumi / Bencana

  • 6. Saat guncangan terjadi, berlindung di bawah meja untuk menghindar dari benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca. Lindung kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah pintu. Jika dirasa sudah aman, segera lari ke luar rumah.
  • 7. Jika sedang memasak, segera matikan kompor, cabut dan matikan semua alat yang menggunakan listrik untuk mencegah kebakaran.
  • 8. Jika keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng, atau material lain. Tetapi lindungi kepala dan segera menuju lapangan terbuka. Jangan berdiri dekat tiang, pohon, atau sumber listrik atau gedung yang mungkin roboh.
  • 9. Jangan gunakan lift bila sudah terjadi guncangan. Gunakan tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan. Bila berada di dalam elevator, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk panggilan ke pengelola bangunan.
  • 10. Kenali bagian bangunan yang punya struktur kuat, seperti di sudut bangunan.
  • 11. Bila berada di dalam bangunan yang punya petugas keamanan, ikuti instruksi evakuasinya.
  • 12. Jika mengalami gempa besar saat di dalam mobil, kamu memiliki risiko kehilangan kontrol terhadap mobil. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil ke kiri bahu jalan, dan berhenti. Ikuti instruksi petugas berwenang di sekitar atau yang melalui radio dan gawai.
  • 13. Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
  • 14. Jika mendengar peringatan dini tsunami, segera lakukan evakuasi menuju ke tempat tinggi, seperti bukit dan bangunan tinggi.

Setelah Gempa Bumi / Pascabencana

  • 15. Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan.
  • 16. Ketika berada di dalam bangunan, evakuasi diri setelah gempa bumi berhenti. Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan pada saat evakuasi.
  • 17. Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat. Keluar jika dirasa sudah benar-benar aman dengan tertib dan gunakan tangga.
  • 18. Periksa jika ada orang sekitar yang terluka dan lakukan P3K. Telepon atau minta pertolongan bila ada yang mengalami luka parah.
  • 19. Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran, seperti kebocoran gas dan hubungan arus pendek listrik. Cek juga aliran dan pipa air. Matikan listrik dan jangan nyalakan api sebelum benar-benar sudah dipastikan aman.
  • 20. Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa, karena masih ada kemungkinan terdapat reruntuhan atau yang rawan runtuh.
  • 21. Sebisanya berdirilah di tempat terbuka jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air. Apabila di luar bangunan dengan tebing di sekeliling, hindari daerah yang rawan longsor.
  • 22. Jika di dalam mobil, berhentilah tetapi tetap berada di dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau rambu-rambu lalu lintas.
  • 23. Dengarkan informasi tentang gempa bumi dari radio untuk memastikan kabar gempa susulan. Jangan terpancing isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
  • 24. Isi angket yang diberikan instansi terkait untuk mengetahui berapa besar kerusakan yang terjadi.
  • 25. Tetap tenang dan berdoa menurut keyakinan dan kepercayaan masing-masing untuk keselamatan bersama.

Nah, itu dia tips cara persiapan menghadapi gempa bumi. Yuk detikers, antisipasi dari sekarang!

Simak Video "Banjir di Sri Lanka, 20 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia