20 Negara Paling Rentan Tenggelam di Dunia, Indonesia Termasuk?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 19 Okt 2021 08:30 WIB
Perubahan iklim: Hujan ekstrem di Eropa yang tewaskan ratusan jiwa kemungkinan besar disebabkan pemanasan global oleh manusia
Foto: BBC World
Jakarta - Sebuah studi terbaru merilis wilayah-wilayah paling rentan tenggelam di dunia. Penelitian yang dipublikasi oleh Climate Central ini menghasilkan gambaran tentang bagaimana keadaan wilayah-wilayah itu hingga berabad ke depan.

Studi bertajuk 'Unprecedented threats to cities from multi-century sea level rise' atau 'Risiko yang Belum Ada Sebelumnya terhadap Kota-kota atas Kenaikan Permukaan Laut dalam Multiabad' itu dilakukan sejumlah ahli dari berbagai institusi internasional, termasuk Climate Central, Amerika Serikat.

Penelitian ini menyebutkan bahwa, dengan skenario pemanasan menuju 4 derajat celcius dan rata-rata kenaikan permukaan laut 8,9 meter di rentang 200 sampai 2000 tahun mendatang, maka akan ada 50 kota di dunia yang membutuhkan bentuk mitigasi baru (jika memang bisa dijalankan) atau harus menghadapi kehilangan wilayah dari sebagian sampai seluruhnya.

Dari 50 kota tersebut, kebanyakan ada di Asia. Wilayah Asia Timur, Tenggara, dan Selatan diprediksi akan menghadapi dampak keseluruhan paling besar, baik di abad ini maupun sesudahnya.

Para ilmuwan memproyeksikan perkiraan mereka hingga berabad mendatang, dengan skenario kenaikan suhu sebesar 1,5; 2; 3; dan 4 derajat celcius. Dari analisisnya, maka didapatkan negara-negara paling terancam tenggelam seperti yang ada di bawah ini.

20 Negara Paling Rentan Tenggelam di Dunia

  • 1. Bangladesh
  • 2. Vietnam
  • 3. Mesir
  • 4. Thailand
  • 5. Malaysia
  • 6. Filipina
  • 7. Jepang
  • 8. Myanmar
  • 9. Indonesia
  • 10. China
  • 11. Irak
  • 12. Korea Selatan
  • 13. Arab Saudi
  • 14. Inggris
  • 15. Argentina
  • 16. Amerika Serikat
  • 17. Brasil
  • 18. Spanyol
  • 19. India
  • 20. Italia

Penelitian ini juga mengasumsikan, emisi global sebetulnya tidak menjadi negatif, tetapi pengurangan karbon secara besar-besaran, tetap bisa berdampak pada kenaikan permukaan laut dalam jangka panjang serta berbagai gambaran yang disebutkan dalam studi ini.

Para ilmuwan sekaligus menyebutkan, mitigasi paling luar biasa pun tidak bisa menghapus seluruh kecemasan atas dampak perubahan iklim. Kendati begitu, dengan membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat celsius sebagaimana Perjanjian Iklim Paris, imbasnya bisa ditekan.

Studi ini juga memberi catatan, meski tujuan membatasi kenaikan suhu dapat dicapai, adaptasi yang besar tetap diperlukan di seluruh dunia. Ini untuk melindungi populasi di daerah pesisir dari waktu ke waktu serta melestarikan lingkungan serta warisan budaya yang terancam tenggelam.

Simak Video "Isu Perubahan Iklim di COP26: Jokowi: Komitmen RI Menjadi Bagian Solusi"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia