7 Persiapan Kemenag Bagi Jamaah Umrah RI Usai Keluar Kebijakan Baru Arab Saudi

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 18 Okt 2021 18:29 WIB
Mecca , Saudi Arabia , Oct/22/2020 - Pilgrims circle the Kaaba at Masjid al-Haram - umrah Fewer Muslims people socially distanced corona virus wearing face mask Covid 19
Ilustrasi umrah 1443 H. Foto: iStock
Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan tujuh program terkait penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief mengatakan, tujuh langkah strategis tersebut menyambut kebijakan otoritas Arab Saudi atas pelonggaran aktivitas ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

"Di samping itu (di Saudi Arabia), social distancing sudah dibatalkan, acara sudah diikuti orag banyak, sudah masuk normal. Tetapi tidak berarti protokol kesehatan dilepaskan di Saudi. Jadi, jemaah harus menjalankan protokol kesehatan dan (Kemenag tetap) menginformasikan data (masyarakat) yang haji. Sebab, yang sudah melonggarkan kebijakan (terkait COVID-19) punya seleksi ketat masuk ke negaranya," kata Hilman kepada wartawan, Senin (18/10/2021)

7 Persiapan Kemenag bagi Jemaah Umrah saat Pandemi

1. Koordinasi Pembukaan Jemaah Haji dari Indonesia

Hilman mengatakan, negosiasi Kemenag dan Kemenlu dengan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi terakhir menghasilkan pembukaan umrah untuk jemaah Indonesia akan segera dibuka.

"Dubes Arab Saudi menyampaikan bahwa jemaah dari Indonesia menjadi prioritas keberangkatan perjalanan ibadah umrah," kata Hilman.

2. Koordinasi terkait Vaksinasi dan Kemungkinan Booster Jemaah

Hilman menambahkan, Kemenag juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait kemungkinan vaksinasi booster bagi jemaah umrah, vaksinasi jemaah, dan pembukaan akses data sertifikat vaksin. Ia mengatakan, sebagai informasi, vaksinasi booster berdasarkan kebijakan Kemenkes saat ini hanya diberikan pada tenaga kesehatan.

"Terkait permasalahan vaksinasi booster, saat ini Kementerian Kesehatan RI sedang melakukan negosiasi intensif dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi agar vaksinnasi Sinovac dapat diterima tanpa menggunakan vaksinasi booster," ucap Hilman.

3. Integrasi Aplikasi Siskopatuh dan PeduliLindungi

Hilman mengatakan, aplikasi Sistem Komputerisasi Terpadu Umrah dan Haji (Siskopatuh) akan diintegrasikan dengan aplikasi PeduliLindungi untuk menampilkan data vaksinasi jemaah umrah dan sertifikat vaksin yang menjadi syarat jemaah di Arab Saudi.

"Proses intergasi sistem agar bisa menyajikan data yang dibutuhkan Saudi dan dibaca melalui QR Code, terus dibahas Kemenag dan Kemenkes. Draft MoU dan PKS-nya sudah diumumkan," tambahnya.

4. Pembentukan Tim untuk Skema dan Solusi Haji dan Umrah 1443 H

Hilman mengatakan, Kemenag juga membentuk Tim Manajemen Krisis Haji dan Umrah tahun 1443 H. Tim ini terdiri dari perwakilan Kemenag, Kemenkes, Kemenlu, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

5. Pelaporan Update Data Jemaah Umrah

Ia menambahkan, Kemenag juga mengirim surat edaran kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melaporkan update data jemaah umrah yang sudah divaksinasi yang tertunda keberangkatannya dan siap berangkat.

Di samping itu, kata Hilman, Kemenag juga meminta pelaporan update data jemaah yang membatalkan atau menarik dana perjalanan ibadah umrah pada masing PPUI.

6. Rancangan konsep 8 Skema Penyelenggaraan Umrah

Hilman mengatakan, Kemenag juga menyiapkan rancangan konsep 8 skema dalam penyelenggaraan ibadah umrah 1443 H.

7. Review dan Revisi Regulasi

Menurutnya, review dan revisi regulasi ke depan yakni berdasarkan rumusan skema perjalanan ibadah umrah pada masa pandemi COVID-19.

Rumusan tersebut, kata Hilman, menjadi bahan penyempurnaan Keputusan Menteri Agama Nomor 719 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi COVID-19.

Simak Video "Satgas Covid-19: Jangan Ada Tawar-menawar Tidak Karantina!"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia