Komunitas Lintas Agama Desak Pemerintah Agar Serius Tangani Krisis Iklim

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 18 Okt 2021 10:30 WIB
krisis iklim dari lintas agama
Foto: GreenFaith International-Asia/Komunitas Lintas Agama Desak Pemerintah Agar Serius Tangani Krisis Iklim.
Jakarta - Komunitas lintas agama di Indonesia mendesak pemerintah agar peduli dan serius menangani krisis iklim. Aksi ini juga didukung oleh Faiths for Climate Justice yang diorganisir oleh Green Faith International Network.

Hari ini, Minggu (17/10/2021), di depan masjid Istiqlal dan gereja katolik katedral ramai sejumlah komunitas lintas agama melakukan unjuk rasa. Mereka menyuarakan pentingnya Pendidikan Lingkungan Hidup untuk anak, penghentian penggunaan batu bara, dan penyelamatan hutan.

"Merusak dan tidak menjaga lingkungan adalah perbuatan haram, karena itu yang menimbulkan madhorot/keburukan tiada bertepi serta merusak masa depan generasi yang akan datang," ujar Hening Parlan, Kepala Divisi Lingkungan Hidup, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat 'Aisyiyah yang sekaligus founding partner GreenFaith International-Asia dari keterangan yang diterima detikEdu, Minggu (17/10/2021).

Hening mengatakan, beragama harus direfleksikan dalam tindakan tidak merusak dan menjaga lingkungan. Karena tindakan tersebut tidak dilakukan, maka umat manusia telah abai pada nilai keagamaan.

Senada dengan Hening, Nashir Efendi Ketua Nasional Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengatakan agar menjaga bumi layaknya menjaga tempat beribadah bagi semua orang. Hal tersebut penting dilakukan agar menimalisir dampak krisis iklim.

"Namun pemerintah, lembaga keuangan, dan perusahaan besar justru menghancurkan masa depan kami. Maka ini harus dihentikan," ujar Nashir.

Adapun, aksi di Jakarta tersebut juga dibarengi dengan aksi ratusan pelajar Muhammadiyah di 9 provinsi yang tergabung dalam IPM yang menekankan pentingnya penghentian pembangunan batu bara dan deforestasi.

Selain itu di beberapa negara seperti New York, Inggris, dan Australia juga menggelar aksi untuk melindungi lingkungan yang dilakukan oleh komunitas lintas agama.

Beberapa kota di Indonesia pun juga dilakukan oleh komunitas perempuan. Di Yogyakarta mereka memukul kentongan dan aksi menanam pohon bersama oleh komunitas Aisyiyah cabang Sukoharjo.

Di Kalimantan Barat, mereka melakukan edukasi dengan kegiatan mengaji lingkungan. Di Bali kampanye lingkungan dilakukan dengan edukasi bebas plastik dan penanaman pohon.

Di Riau, para pemimpin agama melayangkan surat kepada Presiden Jokowi untuk melindungi hutan dan mengelola sumber daya alam secara bijak.

"Kelompok agama di akar rumput tidak bisa menerima retorika kosong para politisi, pimpinan lembaga keuangan, atau industri kotor. Kita paham bahwa saat ini sudah berada dalam dalam krisis iklim dan lingkungan. Kami akan memastikan bahwa para pemimpin agama kami tidak akan lupa," kata Hening.

Simak Video "Aktivis Lingkungan di Belanda Tuntut Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia