Belajar dari Kasus Jouska, Ini Tips Berinvestasi untuk Mahasiswa

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 13 Okt 2021 20:28 WIB
Jakarta -

Jouska kembali ramai diperbincangkan setelah bos perusahaan tersebut, Aakar Abyasa Fidzuno ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Jouska sendiri adalah perusahaan konsultan investasi dan penasihat keuangan. Perusahaan ini dikenal publik dari akun Instagramnya @jouska_id pada 18 Juli 2017 lalu. Melalui media sosialnya tersebut, Jouska memberikan kiat-kiat pengelolaan keuangan yang baik dan benar secara gratis.

Pada tahun 2020 lalu Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta Jouska untuk menutup kegiatannya karena tidak memiliki izin yang disyaratkan untuk mengelola investasi nasabahnya. Kemudian, sejumlah klien Jouska melaporkannya ke polisi karena mengalami kerugian.

Kasus Jouska memberikan pelajaran bagi kita semua. Bagi detikers yang masih menjadi mahasiswa dan ingin memulai investasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar dapat berhati-hati.

Apa saja itu? Simak penjelasan berikut yang dikutip dari laman UPN Veteran Yogyakarta:

1. Ingat Tujuan Investasi

Lakukan investasi sedini mungkin dengan memiliki perencanaan keuangan secermat mungkin. Dengan berinvestasi sejak dini, kita dapat melindungi nilai aset dari inflasi yang menyebabkan turunnya daya beli uang yang kita miliki.

Investasi juga membantu memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Semakin awal melakukan investasi, semakin siap menghadapi tantangan dan risiko-risiko yang muncul di masa yang akan datang.

2. Pahami Perbedaan Menabung dan Investasi

Menabung adalah kegiatan menyisihkan uang untuk kebutuhan jangka pendek, sedangkan investasi merupakan pengembang uang yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan. Tabungan dapat diambil kapan saja sedangkan investasi perlu waktu dan pencairan dana.

Menabung memiliki risiko yang rendah sedangkan investasi risiko kerugian sebanding dengan imbal hasil yang diharapkan atau high risk high return.

Contoh menabung adalah tabungan di bank, sedangkan investasi adalah saham dan reksa dana.

3. Pilih Saham

Bagi pemula pilihlah saham, karena dengan melakukan investasi pada saham maka keuntungan yang bisa didapat bisa dari capital gain atau kenaikan dari harga yang telah dibeli sebelumnya. Selain itu ada juga dividen bagi hasil yaitu keuntungan yang diperoleh perusahaan kepada para investornya.

Pahami juga mengenai capital loss atau penurunan harga pada perusahaan yang telah diinvestasikan sehingga tidak ada pergerakan harga.

4. Tidak Perlu Menyiapkan Dana Besar

Dalam berinvestasi kita tidak perlu menyiapkan dana besar melainkan yang harus kita perhatikan adalah memilih perusahaan sekuritas kemudian membuka rekening efek di perusahaan tersebut.

Saat ini banyak perusahaan sekuritas yang memperbolehkan setoran awal dibawah 5 juta atau minimal seratus ribu.

5. Memilih Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Pilihlah perusahaan yang sudah terdaftar di BEI. Kalian dapat mengetahuinya dengan mengunjungi laman BEI. Di laman tersebutkan disebutkan perusahaan mana saja yang membuka sahamnya pada publik.

Pilihlah perusahaan yang menawarkan saham modal kecil, misalnya BUMN. Perusahaan BUMN biasanya memiliki reputasi baik dan risiko rendah untuk mengalami penurunan.

Nah bagi detikers yang ingin menggunakan jasa konsultan, dipelajari baik-baik dulu ya detikers. Agar tidak terkena terjerat seperti kasus Jouska.

(atj/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia