Harga Batu Bara Naik, Apa Saja Manfaatnya bagi Kehidupan Manusia?

Lus - detikEdu
Selasa, 12 Okt 2021 17:30 WIB
Tambang batu bara
Foto: dok. Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Saat ini harga batu bara sedang tinggi. Mengutip dari CNBC Indonesia, harga batu bara ada di US$ 280/ton yang merupakan titik tertinggi setidaknya sejak 2008.

Batu bara dikenal juga sebagai "emas" hitam. Batu bara berasal dari tumbuhan yang telah mati dan tertimbun dalam cekungan berisi air dalam waktu lama hingga jutaan tahun.

Dikutip dalam buku berjudul 'Batu Bara Indonesia' oleh Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc, batu bara terbentuk melalui proses yang panjang. Batu bara di dunia umumnya berasal dari Zaman Karbon. Pada saat itu, iklim bumi adalah tropis sehingga memungkinkan bermacam-macam tumbuhan tumbuh subur di bumi khususnya daerah rawa.

Tumbuhan yang tua lama-kelamaan mati dan menumpuk serta tertimbun di daerah rawa. Timbunan yang semakin tebal menyebabkan terakumulasinya timbunan tumbuhan mati yang kemudian diuraikan oleh bakteri. Tumbuhan yang terurai tadi dalam kondisi anaerob menjadi karbondioksida, air, dan asam humin.

Seiring dengan bertambahnya waktu, pematangan batu bara menjadi antrasit bisa terjadi langsung karena adanya perubahan tekanan dan temperatur drastis, seperti saat intrusi magmatik. Semakin 'matang' batu bara maka semakin tinggi kandungan karbonnya.

Lalu apakah mahasiswa tahu apa saja manfaat dari batu bara?

Dilansir dalam laman PLN Batu Bara, berikut ini manfaat dari batu bara:

1. Sumber Tenaga Pembangkit Listrik

Manfaat batu bara yang mungkin sudah diketahui banyak orang adalah sebagai tenaga pembangkit listrik. Selain Indonesia, batu bara juga menjadi bahan bakar utama pembangkit listrik di beberapa negara seperti China, India, Australia, Jepang, Jerman, dan beberapa negara lain.

2. Menghasilkan Produk Gas

Batu bara jadi salah satu energi yang dapat menghasilkan suatu produk gas. Gas alam yang dapat keluar ini berasal dari batu bara yang masih ada di dalam tanah. Batu bara yang ada di dalam tanah dapat secara langsung menghasilkan gas alam.

Selanjutnya, gas alami yang dihasilkan oleh batu bara murni nantinya akan diolah di tempat pertambangan dan bisa menjadi berbagai produk, misalnya untuk bahan bakar industri, pembangkit listrik tenaga gas serta produk hidrogen dan solar. Sehingga batu bara juga bermanfaat untuk menghasilkan produk gas.

3. Mendukung Produk Industri Alumunium

Manfaat batu bara lainnya adalah bisa menjadi salah satu bahan bakar yang mendukung industri alumunium. Bahan ini bisa kita dapatkan dari hasil sampingan proses oksidasi besi pada aktivitas industri baja.

Gas dan panas kokas dari batu bara ini dapat memisahkan beberapa produk baja sehingga bisa menghasilkan produk alumunium yang dipakai untuk berbagai jenis industri seperti pertanian, peralatan dapur dan konstruksi.

4. Membantu Industri Produk Baja

Baja bisa dihasilkan berbagai macam barang yang bisa membantu kehidupan manusia sehari-hari seperti peralatan kesehatan, peralatan pertanian, peralatan transportasi hingga mesin-mesin yang digunakan dalam rumah tangga.

5. Bahan Bakar yang Berbentuk Cair


Minyak salah satu bahan bakar yang dibutuhkan orang banyak dan persediaannya akan cepat habis jika digunakan secara boros. Batu bara ternyata bisa juga dijadikan bahan bakar berbentuk cair yang bisa menggantikan bahan bakar minyak. Pada dasarnya mengolah batu bara menjadi bahan bakar yang berbentuk cair akan mengubah batu bara bubuk atau bongkahan yang kemudian dilarutkan dalam suhu tinggi.

6. Menghasilkan Mineral Lain

Selain dimanfaatkan sebagai batu bara, sisa dari prosesnya ternyata bisa digunakan untuk memproduksi fenol dan naftalen.

Fenol adalah bahan yang ditemukan dalam obat kumur dan beberapa cairan kebersihan yang mengandung antiseptik. Sedangkan naftalen adalah bahan yang digunakan untuk memproduksi plastik, resin, dan insektisida.



Simak Video "14 Orang Tewas dalam Kebakaran Tambang Batu Bara di Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia