Perhitungan Upah Lembur Didasarkan pada Upah Apa? Ini Cara Hitungnya

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 07 Okt 2021 14:50 WIB
Ilustrasi lembur
Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah apa? Ini cara menghitungnya. Foto: shutterstock
Jakarta - Perhitungan upah lembur digunakan untuk menentukan jumlah upah lembur atas waktu kerja lembur. Untuk itu, detikers perlu tahu, perhitungan upah lembur didasarkan pada upah apa.

Perhitungan upah lembur diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja atau buruh melebihi waktu kerja wajib membayar upah lembur.

Waktu Kerja Lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja dalam seminggu, atau lebih dari 8 jam sehari dan 40 empat puluh jam seminggu untuk 5 hari kerja dalam seminggu. Waktu kerja lembur juga termasuk waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah.


Upah Kerja Lembur adalah upah yang harus dibayar kepada pekerja atau buruh yang melakukan pekerjaan lebih dari 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja, atau lebih dari atau 8 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja.

Upah merupakan hak pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang dari pengusaha atau pemberi kerja yang ditetapkan dan dibayarkan sesuai perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan. Upah juga termasuk termasuk tunjangan bagi pekerja atau buruh dan keluarganya atas atas sebuah pekerjaan dan atau jasa yang sudah atau akan dilakukan.

Dasar Perhitungan Upah Lembur

Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan. Ketentuan ini tercantum dalam pasal 8 Keputusan Menteri Tenaga Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004. Cara menghitung upah sehari adalah 1/173 kali upah sebulan. Ketentuan dasar perhitungan upah lembur yakni sebagai berikut.

1. Upah harian

Jika upah pekerja atau buruh dibayar secara harian, maka penghitungan besarnya yaitu:

- upah sehari dikali 25 bagi pekerja atau buruh yang bekerja 6 hari kerja seminggu

- upah sehari dikali 21 bagi pekerja atau buruh yang bekerja 5 hari kerja seminggu

2. Upah per satuan hasil

Jika upah pekerja atau buruh dibayar berdasarkan satuan hasil, maka upah sebulan adalah upah rata-rata 12 bulan terakhir.

3. Upah sebulan untuk kerja kurang dari 12 bulan

Jika pekerja atau buruh bekerja kurang dari 12 bulan, maka upah sebulan dihitung berdasarkan upah rata-rata selama bekerja dengan ketentuan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum setempat.

4. Upah dari upah pokok dan tunjangan tetap

Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka dasar perhitungan upah lembur adalah 100% dari upah.

5. Upah dari upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap

Pekerja dengan upah yang terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, jika upah pokok ditambah tunjangan tetap lebih kecil dari 75% keseluruhan upah, maka dasar perhitungan upah lembur adalah 75% dari keseluruhan upah.

Cara Menghitung Upah Lembur

Cara menghitung upah lembur dibedakan atas kerja lembur di hari kerja dan hari istirahat mingguan dan atau hari libur resmi sesuai waktu kerjanya. Cara perhitungan upah kerja lembur yakni sebagai berikut

1. Lembur hari kerja

- untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 kali upah sejam

- untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 kali upah sejam.

2. Lembur hari istirahat mingguan/hari libur resmi 6 hari kerja 40 jam seminggu

- Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 jam pertama dibayar 2 kali upah sejam

- jam kedelapan dibayar 3 kali upah sejam

- jam lembur kesembilan dan kesepuluh 4 (empat) kali upah sejam

- apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek, perhitungan upah lembur 5 jam pertama dibayar 2 kali upah sejam, jam keenam 3 kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 kali upah sejam.

3. Lembur hari istirahat mingguan/hari libur resmi 5 hari kerja 40 jam seminggu

- Perhitungan upah kerja lembur untuk 8 jam pertama dibayar 2 kali upah sejam

- Jam kesembilan dibayar 3 kali upah sejam

- Jam kesepuluh dan kesebelas 4 kali upah sejam.

Nah, jadi perhitungan upah didasarkan pada upah bulanan. Sesuai Keputusan Menteri Tenaga Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004, pekerja atau buruh yang yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu tidak berhak atas upah kerja lembur. Tetapi, pekerja yang tidak mendapat upah kerja lembur ini harus mendapat upah yang lebih tinggi.

Pekerja yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu dan tidak mendapat upah kerja lembur adalah pekerja yang memiliki tanggung jawab sebagai pemikir, perencana, pelaksana dan pengendali jalannya perusahaan. Pekerja tanpa upah kerja lembur ini memiliki waktu kerja tidak dapat dibatasi menurut waktu kerja yang ditetapkan perusahaan sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

Simak Video "Kemnaker Lanjutkan Trend Positif "Saya Sudah Divaksin""
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia