7 Teori Einstein yang Mengubah Dunia, Mana yang Paling Luar Biasa?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 05 Okt 2021 06:30 WIB
German born American physicist Albert Einstein (1879 - 1955), 1946.   (Photo by Central Press/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Siapa yang tak kenal Albert Einstein? Saking populernya, apapun yang berbau jenius seringkali terhubung dengan namanya.

Sosok dunia yang hidup pada 1879-1955 tersebut adalah salah satu ilmuwan paling terkenal sepanjang sejarah. Dikutip dari Live Science, namanya sudah hampir menjadi sinonim kata jenius.

Selain E = mc^2, Einstein sebetulnya juga menemukan sederet hal lainnya. Ingin tahu apa saja? Simak daftarnya menurut situs Live Science.

7 Penemuan Einstein yang Mengubah Dunia

1. Space-time

Salah satu pencapaian paling awal dari Einstein adalah teori relativitas khusus. Ia menemukannya saat masih berusia 26 tahun.

Relativitas khusus adalah salah satu revolusi ilmiah terbesar dalam sejarah manusia. Konsep ini mengubah cara berpikir para ahli fisika terkait ruang dan waktu.

Ketika menemukannya, Einstein menunjukkan bagaimana ruang dan waktu ini dapat dihubungkan dan dipertukarkan satu dan yang lain. Caranya melalui kecepatan cahaya sekitar 186 ribu mil per detik atau 300 ribu kilometer per detik.

2. E = mc^2

Persamaan yang sangat terkenal ini adalah cabang dari relativitas khusus. Dalam fisika tradisional, massa mengukur jumlah materi yang terkandung dalam suatu objek.

Sementara, energi adalah properti yang dipunyai objek menurut gerakannya dan gaya yang bekerja padanya. Di samping itu, energi dapat muncul tanpa adanya materi, misalnya gelombang radio atau dalam cahaya.


Sebaliknya, Einstein mengatakan bahwa massa dan energi adalah sesuatu yang sama, selama mengalikan massa dengan c^2, untuk memastikannya berakhir sama sebagai energi.

3. Laser

Penemuan laser memang tidak kerap dihubungkan dengan Einstein, tetapi pada akhirnya karyanyalah yang memungkinkan teknologi ini.

Istilah laser diciptakan pada tahun 1959. Laser adalah singkatan dari light amplification by stimulating emission of radiation. Menurut American Physical Society seperti dikutip dari Live Science, emisi yang terstimulasi adalah konsep yang telah dikembangkan oleh Einstein sejak lebih dari 40 tahun sebelumnya.

Di tahun 1917, Einstein sudah menulis makalah mengenai teori radiasi kuantum. Di antaranya menjelaskan bagaimana foton cahaya yang melewati suatu zat, mampu merangsang emisi foton lebih lanjut.

Sebagai seorang pakar teori, Einstein tidak melakukan hal lebih jauh mengenai gagasan ini. Sementara, para ilmuwan lain terlambat mengenali potensi praktis yang begitu besar dari emisi terstimulasi.

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia