Mengapa Disebut Lubang Buaya? Begini Sejarahnya

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 01 Okt 2021 08:30 WIB
Peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965 dapat dilihat di Museum Pengkhianatan PKI. Museum itu menampilkan diorama dengan suara-suara pendukung.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Detikers tahu, mengapa disebut Lubang Buaya? Apakah ada kaitannya dengan hewan reptil buaya?

Nama Lubang Buaya sudah ada sebelum terjadi peristiwa G30S/PKI. Lubang Buaya sebenarnya adalah nama sebuah jalan.

Jalan Lubang Buaya, ada di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Mengapa Disebut dengan Lubang Buaya?

Ada sebuah penelitian berjudul 'Menelisik Sejarah Penamaan Jalan Lubang Buaya dan Kaitannya dengan Peristiwa G30S' yang ditulis Aqiilah Afifadiyah Rahman yang dimuat dalam jurnal Local History & Heritage. Di sana disebutkan bahwa asal mula Lubang Buaya adalah nama sebuah jalan sekaligus kelurahan di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Di daerah yang bernama Lubang Buaya ini, dulunya ada kali yang penuh dengan buaya. Tak cuma buaya yang tampak mata, tapi juga buaya tak tampak mata, yakni siluman buaya putih.

Buaya-buaya ini dapat diatasi sosok ulama bernama Pangeran Syarif atau Datok Banjir. Sejak saat itulah, daerah ini disebut dengan Lubang Buaya.

Warga di kawasan Lubang Buaya kemudian memanggil Pangeran Syarif dengan panggilan Datok Banjir. Ini karena keyakinan mereka bahwa Datok Banjir punya kemampuan yang tidak dimiliki orang lain.

Narasumber penelitian ini mengatakan, "Dulu pasukan Belanda yang mau nguasain daerah sini tidak berhasil berkat doa yang dipanjatkan beliau. Waktu itu, sepenglihatan pasukan Belanda, daerah Lubang Buaya terlihat seperti lautan sampai akhirnya tidak jadi menyerbu kawasan Lubang Buaya."

Daerah ini pada akhirnya menjadi tempat pembunuhan dan pembuangan 6 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD, Letjen Ahmad Yani, Mayjen R Suprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Pandjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Tendean.

Isi Desa Lubang Buaya pada 1965

Dalam arsip laporan DetikX, disebutkan bahwa Desa Lubang Buaya ada 1965 tidak ramai seperti saat ini. Di Jakarta Timur saat itu masih berupa kebun dan hutan, termasuk hutan karet, dan masih sepi.

Di Desa Lubang Buaya saat itu hanya ada 13 rumah yang terpencar jauh datu dari yang lain. Satu kawasan hanya ada tiga rumah dan satu sumur.

Nah, demikianlah alasan mengapa disebut dengan Lubang Buaya dan apa isi Desa Lubang Buaya kala itu. Bagaimana menurut detikers?



Simak Video "Jokowi-Ma'ruf Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia