Siapa Pembuat Monumen Pahlawan Revolusi? Ini Seniman di Baliknya

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 01 Okt 2021 07:00 WIB
Hari Kesaktian Pancasila 2021: Tema dan Pedoman Upacara
Foto: Agung Pambudhy/Siapa Pembuat Monumen Pahlawan Revolusi? Ini Seniman di Baliknya
Jakarta - Demi mengenang tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur pada peristiwa G30S/PKI, Monumen Pancasila Sakti didirikan di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. Dikutip dari buku ' Ensiklopedia Pelajar dan Umum' karya Gamal Komandoko, lokasi monumen ini tidak jauh dari tempat penyiksaan dan pembunuhan ketujuh pahlawan tersebut.

Sementara, dalam Cagar Budaya Kemdikbud, Monumen Pancasila Sakti disebutkan melambangkan sejumlah hal.

Monumen ini berlokasi 45 meter di sebelah Utara cungkup sumur maut. Ini melambangkan tahun kemerdekaan.

Kemudian, patung ketujuh Pahlawan Revolusi berdiri di depan sebuah dinding dengan tinggi 17 meter dengan hiasan Garuda Pancasila. Tinggi 17 meter ini melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Ketujuh patung pahlawan berderet diurutkan dari barat ke timur adalah Mayjen TNI Anumerta Soetojo Siswomihardjo, Mayjen TNI Anumerta D.I Panjaitan, Letjen TNI Anumerta R. Soeprapto, Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani, Letjen TNI Anumerta M.T. Harjono, Letjen TNI Anumerta S. Parman, dan Kapten Czi Anumerta P.A. Tendean.

Di bawah Monumen Pahlawan Revolusi, ada relief yang menggambarkan peristiwa prolog, kejadian, serta penumpasan G30S/PKI oleh ABRI dan rakyat. Kemudian, di bawah relief ada tulisan 'Waspada..dan mawas diri agar peristiwa sematjam ini tidak terulang lagi'.

Siapa yang membuat patung 7 Pahlawan Revolusi?

Melansir dari CNN, Monumen Pahlawan Revolusi adalah karya pematung almarhum Edhi Sunarso. Lalu, buku Budaya Visual Indonesia karya Agus Sachari menyatakan, ia lahir di Salatiga pada 1933. Edhi Sunarso belajar melukis di kamp tawanan/LGO Bandung pada 1947 hingga 1949.

Edhi Sunarso pernah mendapat penghargaan kedua dan ketiga di kompetisi Monumen Revolusi 10 November di Surabaya pada 1971. Karyanya banyak tersebar di Nusantara, misalnya Monumen Pembebasan Irian Barat, Patung Selamat Datang, Patung DIrgantara, dan sebagainya.

Melansir Sastra dan Politik Representasi Tragedi 1965 dalam negara Orde Baru tulisan Yoseph Yapi Taum dan David T. Hill, Museum Pengkhianatan PKI dan Monumen Pancasila Sakti mulai dibangun di tahun 1967.

Satu tahun setelah menerima Surat perintah Sebelas Maret atau Supersemar, Soeharto pada 1967 memberi mandat pada aparatnya untuk membebaskan kawasan Lubang Buaya dari pemukiman penduduk dalam radius 14 hektar. Penduduk yang tergusur kebanyakan berpindah ke Rawabinong dan Bambu Apus.

Pada tahun 1973, kawasan ini diresmikan sebagai kawasan Monumen Pancasila Sakti.

Kembali pada Cagar Budaya Kemdikbud, kompleks Monumen Pancasila Sakti terdiri dari area outdoor dan indoor. Area outdoor terdiri dari pameran taman. Sementara bagian indoor adalah untuk musem dan paseban.

Pada bagian outdoor, tempat pertama yang dapat dikunjungi adalah cungkup yang di dalamnya ada Sumur Maut. Di sumur inilah tempat para Pahlawan Revolusi Dikuburkan.

Dan sebelum menjadi museum, tempat itu merupakan kebun kosong yang dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir korban G30S.

Dalam kompleks Monumen Pancasila Sakti ini, ada sejumlah tempat bersejarah, yaitu Sumur Tua tempat pembuangan jenazah 7 Pahlawan Revolusi, Rumah Penyiksaan, Pos Komando, Dapur Umum, Mobil-mobil tua peninggalan Pahlawan Revolusi, Monumen Pancasila Sakti, Museum Paseban, dan Museum Pengkhianatan PKI.

Itulah sosok yang membuat Monumen Pahlawan Revolusi dan sejarah pembuatannya. Detikers sudah pernah berkunjung ke sana?

Simak Video "Saksi Mata Pembantaian Korban PKI di Geyer Grobogan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia