Film Pengkhianatan G30S PKI: Sejarah, Sutradara, dan Tujuan Penayangan

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 30 Sep 2021 07:00 WIB
Warga Purworejo nonton bareng film G30S/PKI di rumah kediaman Jenderal Achmad Yani di Desa Rendeng Kecamatan Gebang
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom/Film Pengkhianatan G30S PKI: Sejarah, Sutradara, dan Tujuan Penayangan
Jakarta - Film Pengkhianatan G30S PKI selalu menjadi perbincangan terkait penayangan yang diwajibkan setiap tahun pada tanggal 30 September.

Dalam sejarah penayangannya, film Pengkhianatan G30S PKI pertama kali ditayangkan di Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada 30 September 1985.

Dilansir laman resmi Pemprov Sumatera Utara, film berdurasi 271 menit ini menceritakan penculikan hingga pembunuhan para perwira tinggi Angkatan Darat, seorang ajudan, dan pengawal yang terjadi pada 30 September 1965.


Perwira tinggi yang menjadi korban tersebut di antaranya adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto, Mayjen MT Harjono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, Lettu Pierre Tendean, Brigadir Polisi KS Tubun, Kolonel Katamso dan Letkol Sugiono.

Sutradara Film G30S PKI

Film ini diproduksi pada 1984 dengan disutradarai dan ditulis oleh Arifin C Noer, serta produser G Dwipayana. Film ini memperlihatkan kronologi penculikan hingga kematian korban G30S/PKI

Arifin C. Noer juga bertindak sebagai penulis bersama Nugroho Notosusanto yang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Berdasarkan keterangan di Sumber Belajar Kemendikbud, terdapat kronologi G30S/PKI penting di antaranya:

1. Gerakan 30 September 1965 dikendalikan Letkol Untung dari Komando Batalyon I resimen Cakrabirawa. Kemudian Letkol Untung menunjuk Lettu Dul Arief sebagai ketua pelaksanaan penculikkan

2. Pasukan bergerak mulai pukul 03.00, selanjutnya korban penculikan dan pembunuhan dimasukkan ke dalam lubang di kawasan Pondok Gede

3. Peristiwa G30S/PKI menyebar hingga Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

4. PKI kemudian menguasai gedung Radio Republik Indonesia dan mengumumkan Dekrit no.1, yang menyatakan G30S/PKI adalah upaya penyelamatan negara dari Dewan Jenderal. Dewan tersebut dikatakan hendak mengambil alih negara.

Tujuan Penayangan Film G30S/PKI

Melansir laman resmi Kementerian Dalam Negeri, mantan Mendagri Tjahjo Kumolo sempat menyinggung tujuan pemutaran film G30S/PKI sebagai sejarah agar masyarakat dan generasi muda mengetahui bahwa pernah ada gerakan tersebut.

Peristiwa G30S/PKI dinilai sebagai bagian dari sejarah, terlepas pro kontra yang ada. Bahkan pada era Orde Baru, film Pengkhianatan G30S/PKI diputar di televisi tiap tanggal 30 September.

Sempat Jadi Film Terlaris di Bioskop

Menurut data filmindonesia.or.id, film G30S PKI pernah menjadi film paling laris di Indonesia selama bertahun-tahun dan memecahkan rekor penonton pada tahun 1984.


Tak hanya itu, pada tahun perilisannya, film garapan Arifin C. Noer mendapatkan tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia dan berhasil membawa pulang satu Piala Citra untuk Skenario Terbaik.

Pada 1985, film G30S PKI juga masih mendapat penghargaan di FFI, kategori Film Unggulan Terlaris 1984-1985 dengan membawa pulang Piala Antemas.

Nah, itulah sejarah film Pengkhianatan G30S PKI beserta tujuan penayangannya. Semoga detikers semakin memahami sejarah, ya!

Simak Video "d'Mentor: Deteksi Investasi Bodong "
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia