Apa Itu Gerhana Matahari? Ini Penjelasan dan 3 Macamnya

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 29 Sep 2021 15:00 WIB
GRAND CANYON NATIONAL PARK, AZ - MAY 20:  A composite of images of the first annular eclipse seen in the U.S. since 1994 shows several stages, left to right, as the eclipse passes through annularity and the sun changes color as it approaches sunset on May 20, 2012 in Grand Canyon National Park, Arizona. Differing from a total solar eclipse, the moon in an annular eclipse appears too small to cover the sun completely, leaving a ring of fire effect around the moon. The eclipse is casting a shallow path crossing the West from west Texas to Oregon then arcing across the northern Pacific Ocean to Tokyo, Japan. (Photo by David McNew/Getty Images)
Foto: (Getty Images/David McNew)
Jakarta -

Gerhana matahari terjadi apabila bulan berada di antara bumi dan matahari. Jika hal ini terjadi maka sebagian sinar matahari yang biasanya ke permukaan bumi tertutup oleh bulan.

Walaupun bulan memiliki ukuran yang lebih kecil, bayangan bulan dapat melindungi cahaya matahari sepenuhnya. Hal tersebut dikarenakan bulan memiliki jarak 384.400 km lebih dekat kepada bumi daripada matahari yang mempunyai jarak 149.680.000 km.

Gerhana matahari hanya dapat terjadi karena ketika bulan berada pada bulan baru dan ketika bulan berada di dekat salah satu simpul orbitnya.

Apakah detikers sudah mengetahui jenis-jenis gerhana matahari? Jika belum simak penjelasan berikut yang dikutip dari laman Universitas Negeri Surabaya (Unesa):

1. Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total terjadi ketika matahari ditutup sepenuhnya oleh bulan. Hal ini dikarenakan bulan berada di dekat bumi dalam orbit bujurnya. Gerhana matahari total hanya dilihat dari daerah permukaan bumi yang terkena bayangan umbra.

Gerhana matahari total sangat jarang terjadi. Mungkin seseorang hanya dapat menyaksikan sekali dalam seumur hidupnya.

Gerhana matahari total merupakan sebuah pemandangan indah tetapi juga membahayakan mata. Ketika sinar matahari sudah tertutupi seluruhnya oleh bulan dan hanya corona (lingkaran sinar yang mengelilingi matahari) maka aman bagi kita untuk melihat tanpa adanya pelindung pada mata kita.

Gerhana matahari total dapat dilihat menggunakan kacamata khusus atau lebih aman melihat melalui siaran TV.

2. Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari ini terjadi apabila bulan hanya menutup sebagian dari matahari. Pada saat gerhana matahari sebagian terjadi, kita dapat langsung melihatnya ke atas. Gerhana matahari sebagian tidak merusak retina mata.

3. Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan hanya menutup sebagian daripada matahari dan cahaya matahari selebihnya membentuk cincin bercahaya sekeliling bayangan bulan yang dikenali sebagai cincin.

Di sekeliling daerah tempat terjadinya suatu gerhana matahari total ataupun suatu gerhana matahari cincin, selalu terdapat suatu daerah yang jauh lebih luas. Hal ini dikarenakan gerhana matahari cincin terdapat di penumbra bulan.

Daerah gerhana matahari sebagian dapat memanjang hampir 5.000 km pada setiap sisi jalur keseluruhan.



Simak Video "Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia