Presiden AS Punya 'Koper Nuklir' yang Dibawa ke Mana Saja, Pelajar Sudah Tahu?

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 29 Sep 2021 09:40 WIB
A military aide carries the nuclear football.
Foto: Joshua Roberts / Reuters
Jakarta -

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pernah mengatakan pada Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, via Twitter, bahwa dirinya punya tombol nuklir yang lebih besar dan lebih kuat. Benarkah demikian?

Pada faktanya, yang dimaksud dengan tombol nuklir itu bukan benar-benar tombol. Presiden AS tak punya tombol nuklir di mejanya.

Apa yang dimaksud 'tombol nuklir'?

Apa yang dimaksud dalam pernyataan Trump adalah tas tangan atau tas koper kecil yang dinamakan 'nuclear football'. Tas ini juga tidak berisi tombol, melainkan peralatan dan dokumen-dokumen pengambilan keputusan yang dapat digunakan oleh Presiden AS ketika memberi perintah untuk meluncurkan serangan.

Sehingga, 'nuclear football' tersebut merupakan sarana bagi Presiden AS dalam memberi izin diluncurkannya sebuah serangan nuklir.

Tas tangan ini juga dibawa oleh pemegang jabatan Presiden AS ke mana pun mereka bepergian dan saat jauh dari pusat komando seperti yang ada di Ruang Situasi Gedung Putih di Washington DC.

Tas koper nuklir tersebut juga tidak hanya dipunyai oleh Trump, melainkan juga Presiden AS yang lainnya. Nama resmi dari 'nuclear football' sendiri adalah 'Presidential Emergency Satchel'.

Apa Saja Isi 'Koper Nuklir'?

Di dalam tas itu ada empat jenis objek, yaitu buku hitam berisi menu opsi serangan, kartu berukuran 7X12 cm berisi authentication code bagi Presiden AS untuk mengkonfirmasi identitasnya, sebuah daftar bunker untuk tempat Presiden AS berlindung, dan instruksi menggunakan Sistem Penyiaran Darurat (EBS).

Baik ketika ada di Gedung Putih, iring-iringan kendaraan, pesawat kepresidenan Air Force One, maupun dalam kunjungan luar negeri, Presiden AS tidak pernah jauh dari ajudan yang membawa koper nuklir tersebut.

Bagaimana Senjata Nuklir Diluncurkan?

Melansir dari BBC Indonesia, hanya Presiden AS yang bisa meluncurkan serangan senjata nuklir. Ketika dirinya memastikan identitasnya, ia akan memberi perintah bersiap kepada Kepala Staf Gabungan, yang merupakan perwira tertinggi kedua dalam tubuh militer AS setelah presiden.

Perintah ini lalu diteruskan ke Markas Komando Strategis AS di Pangkalan Udara Offutt, di negara bagian Nebraska. Pangkalan ini kemudian meneruskan perintah ke tim lapangan yang bisa berada di daratan, laut, atau di bawah laut.

Instruksi peluncuran ini dikemukakan dengan serangkaian kode yang harus sesuai dengan kode tim peluncuran yang disimpan dengan aman.

Perintah presiden AS bisa ditolak? Klik selanjutnya..

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia