Mengenal Vaksin Bio Farma COVID-19, Ini yang Perlu Pelajar Ketahui

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 28 Sep 2021 15:00 WIB
Kemasan vaksin COVID-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/Mengenal Vaksin Bio Farma COVID-19, Ini yang Perlu Pelajar Ketahui
Jakarta - Vaksin Bio Farma merupakan salah satu yang digunakan di Indonesia. Apakah detikers tahu, perbedaan vaksin tersebut dengan Sinovac?

Perlu diketahui, PT Bio Farma adalah perusahaan farmasi yang diberi tanggung jawab oleh pemerintah untuk mendistribusikan vaksin-vaksin yang datang ke Indonesia. Tak hanya itu, PT Bio Farma juga memproduksi vaksin.

Perbedaan vaksin Bio Farma dan Sinovac

Berdasarkan laman indonesiabaik.id yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), vaksin Bio Farma berisi vaksin Sinovac. Namun, perbedaan keduanya ada pada kemasan dan lokasi produksinya.

Vaksin Bio Farma berasal dari bahan baku vaksin Sinovac yang dikirim ke Tanah Air. Sedangkan vaksin Sinovac atau CoronaVac dalam program vaksinasi adalah bahan jadi yang dikirim oleh perusahaan Sinovac di Cina.

Februari lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac yang diproduksi oleh PT Bio Farma.

Tentang vaksin Bio Farma

Dalam laman Satgas COVID-19 dijelaskan, Kepala BPOM Penny K. Lukito meresmikan vaksin Bio Farma dengan nomor EUA2102907543A1. Vaksin Bio Farma diberi nama vaksin COVID-19 dan berisi 10 dosis 5ml per vial.

Vaksin Bio Farma dilengkapi dengan barcode sebagai fungsi penelusuran, guna mencegah pemalsuan.

Vaksin Bio Farma yang merupakan vaksin Sinovac ini berjenis whole virus. Maksudnya, vaksin tersebut menggunakan virus SARS-CoV-2 yang nonaktif. Dan karena sudah nonaktif, virus itu tidak dapat menginfeksi tubuh, melainkan membentuk imun.

Dalam uji klinis di Bandung, vaksin Sinovac mempunyai efikasi hingga 65,3 persen. Sementara, di negara lain efikasi vaksin serupa adalah sekitar 91.25 persen dan di Brasil 78 persen.

Kemampuan membentuk antibodi atau imunogenitas didapatkan setelah 3 bulan penyuntikkan. Imunogenitas adalah sebesar 99,23 persen.

Pada bulan Januari lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin Sinovac. Jarak vaksin dosis pertama dan kedua adalah 28 hari.

Ketentuan itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4638/2021 tentang Juknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Tiga jenis kemasan berisi vaksin Sinovac

1. Sebelum penyelenggaraan program vaksin, Sinovac bersama Tim Uji Klinis Universitas Padjadjaran melakukan uji klinis vaksin ketiga. Dalam uji klinis ini, vaksin dikemas dengan nama SARS-CoV-2 Vaccine.

Vaksin tersebut dikemas dalam prefilled syringe (pfs) berisi 1 dosis dan 1 pfs dikemas dalam 1 dus sekunder.

2. Vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi merupakan vaksin jadi yang diproduksi langsung oleh Sinovac. Vaksin ini sudah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan POM dan dikemas dalam nama CoronaVac.

Dalam dus vaksin ini ada 40 vial dengan tutup oranye yang per vial 2 ml dan berisi satu dosis.

3. Pada bulan Januari lalu, Sinovac mengirimkan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku atau bulk untuk diolah menjadi vaksin jadi, kemudian didistribusikan oleh PT bio Farma.

Vaksin ini dikemas dengan nama Vaksin COVID-19 atau COVID-19 Vaccine. Vaksin tersebut dikemas dalam dus sekunder berisi 10 vial berukuran 5 ml. Tiap vialnya ada 10 dosis vaksin dan tutupnya berwarna dark navy .

Kini detikers sudah paham tentang vaksin Bio Farma, kan? Jangan ragu untuk vaksinasi diri kalian ya!

Simak Video "Vaksin Sinovac Sudah Disebar ke 32 Provinsi, Ini Rinciannya"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia