Bendungan Aswan Terdapat di Negara Mana? Ini Sejarah Pembangunannya

Kholida Qothrunnada - detikEdu
Selasa, 28 Sep 2021 09:40 WIB
Proyek pembangunan bendungan Aswan disaksikan Presiden Nasser
Proyek pembangunan bendungan Aswan (Foto: Wikimedia commons)
Jakarta - Bendungan Aswan adalah bendungan yang membendung aliran Sungai Nil yang terdapat di negara Mesir. Bendungan yang dioperasikan mulai Januari 1971 ini berlokasi di kota Aswan, terletak sekitar 900 kilometer sebelah selatan ibu kota Mesir, Kairo.

Presiden Mesir periode Juli 1956-September 1970, Gamal Abdel Nasser yang memerintahkan pembangunan bendungan Aswan pada tahun 1960. Awalnya Amerika Serikat dan Inggris bersedia membantu Mesir dalam menyediakan dana untuk pembangunan.

Hanya saja, pada 1956 kedua negara itu membatalkan dukungan pendanaan tersebut. Seperti yang dikutip dari History, mereka menemukan ada perjanjian rahasia terkait persenjataan antara Mesir dan Uni Soviet.

Pembatalan tersebut menimbulkan ketegangan. Pasalnya Nasser menasionalisasi Terusan Suez milik Inggris dan Prancis sebagai upaya mendapatkan dana pembangunan bendungan yang diambil dari tarif kapal-kapal yang melintas di Terusan Suez.

Akhirnya berkat pinjaman dari Uni Soviet dan dana yang didapat dari Terusan Suez membuat proyek pembangunan bendungan Aswan yang terdapat di negara Mesir ini bisa dimulai pada 1960. Pembangunannya menyedot dana hingga USD 1 miliar.

Menggunakan sekitar 44 juta meter kubik tanah dan batu membuatnya disebut 16 kali lebih besar dari piramida terbesar di Mesir. Pada 21 Juli 1970, proyek ambisius Presiden Gamal Abdel Nasser itu berhasil dirampungkan.

Sayangnya Nasser tak menyaksikan bendungan Aswan beroperasi. Nasser lebih dulu meninggal dunia pada September 1970 karena serangan jantung. Sebuah danau buatan dengan panjang sekitar 480 km dan lebar 16 km diabadikan dengan nama Danau Nasser.


Mengapa Mesir membutuhkan pembangunan bendungan Aswan?

Adanya bendungan-bendungan, seperti bendungan Aswan ini telah berperan penting dalam mendukung perekonomian di Mesir dalam sektor pertanian dan juga pertambangan, seperti dikutip dalam buku "Cakrawala Geografi SMP Kelas IX", karya Munawir, S.Pd. dkk.

Seperti diketahui, keberadaan Sungai Nil telah menjadi sumber kehidupan bagi penduduk Mesir, sejak zaman dahulu. Tanpa adanya sungai Nil, negara Mesir mungkin hanyalah daratan gurun pasir yang luas. Aliran Sungai Nil telah menyejahterakan para petani yang hidup di sepanjang daerah lembah Sungai Nil.

Pada zaman dahulu, para penduduk Mesir yang menjadi petani sangat bergantung pada air banjir dari sungai. Banjir meninggalkan lumpur yang dapat menyuburkan tanaman. Untuk mencegah kekeringan, lahan pertanian perlu dialiri air. Tanpa harus menunggu banjir, maka dibuatlah sebuah bendungan.

Hal ini dibuktikan, karena adanya bendungan mampu membuat aliran sungai Nil dan mengubah sebagian besar wilayah gurun di Mesir yang gersang. Akibatnya, banyak lahan-lahan gersang tersebut telah menjadi subur.

Sektor usaha pertanian Mesir berupa minyak zaitun, sayuran, sorgum, tebu dan buah-buahan di Mesir banyak terdapat di sepanjang lembah Sungai Nil. Bahkan di dekat bendungan Aswan pun terdapat sebuah pertambangan bijih besi.

Bendungan Aswan yang terdapat di negara Mesir telah menjadi pencegah banjir negara tersebut. Bendungan ini mampu mengontrol aliran pada Sungai Nil, sekaligus tempat irigasi.

Selain itu, Bendungan Aswan juga berfungsi sebagai pasokan air untuk irigasi, untuk menyuburkan tanaman hingga sepanjang tahun, dan sumber pembangkit energi listrik untuk penduduk Mesir.

Selain memiliki berdampak baik untuk penduduk Mesir, ternyata keberadaan Bendungan Aswan juga memiliki dampak kerugian. Dilansir dari buku bertajuk "Mesir: Mengenal Ragam Budaya dan Geografi" oleh Elaine Jackson, berikut merupakan dampak yang ditimbulkan akibat adanya Bendungan Aswan di Mesir.

Dampak kerugian dari pembangunan bendungan Aswan:

-Banyak air yang hilang, akibat adanya penguapan tinggi di permukaan Danau Nasser.
-Terusan aliran irigasi yang ada telah menimbulkan berbagai jenis penyakit, seperti penyakit malaria yang disebabkan oleh banyaknya perkembangbiakan jentik nyamuk di dalam genangan air.
-Bangunan dan kuil-kuil kuno Mesir terpaksa dipindahkan dan dibangun kembali ke tanah yang lebih tinggi.
-Adanya pembangunan bendungan dan danau, berdampak pada ribuan penduduk yang tinggal disekitar area bendungan. Sehingga, para penduduk harus berpindah ke tempat yang lain.

Demikian penjelasan mengenai bendungan Aswan yang berada di Mesir. Semoga bisa menambah pengetahuan baru untuk kalian ya detikers. Semangat terus belajar!

Simak Video "Dalam 3 Hari, Ditargetkan Tak Ada Lagi Kemacetan di Terusan Suez"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia