Siswa Harus Tahu, Evergrande: Perusahaan Raksasa yang Terancam Bangkrut

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 27 Sep 2021 18:00 WIB
Raksasa properti China, Evergrande tengah disorot karena terancam bangkrut imbas kesulitan bayar utang. Sang pendiri perusahaan, Xu Jiayin pun ikut jadi sorotan
Foto: AP Photo
Jakarta -

Evergrande menjadi perhatian beberapa pihak akhir-akhir ini. Dilansir CNBC Indonesia, hal ini dikarenakan Evergrande perusahaan itu dikabarkan terancam gagal membayar utang senilai US$ 300 miliar atau sekitar Rp 4.275 triliun.

Sebelumnya apakah detikers mengetahui apa itu perusahaan Evergrande? Jika belum, simak penjelasan berikut ya.

Melansir dari Forbes, Evergrande merupakan sebuah grup perusahaan induk investasi. Perusahaan ini bergerak di bidang pengembangan, investasi, dan pengelolaan properti real estate.

Evergrande didirikan di China pada tanggal 26 Juni 2006. Perusahaan ini memiliki kantor pusat di Shenzhen, China.

Selain itu, Evergrande juga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi properti, operasional hotel, bisnis keuangan, bisnis internet, hingga bisnis industri kesehatan.

Menurut laman resminya, Evergrande Group memiliki anak perusahaan yang cukup banyak yaitu delapan anak perusahaan. Anak perusahaan tersebut bergerak di berbagai macam industri besar.

Kedelapan anak perusahaan tersebut yaitu Evergrande Real Estate, Evergrande New Energy Auto, Evergrande Property Services, HengTen Networks, FCB, Evergrande Fairyland, Evergrande Health, dan Evergrande Spring.

Perusahaan asal China ini juga merupakan raksasa properti karena sudah memiliki lebih dari 1.300 proyek yang lebih dari 280 kota di China.

Saat ini Evergrande memiliki utang dengan bunga yang besar dari beberapa pinjaman di bank. Evergrande harus membayar sekitar Rp 1,4 triliun (kurs dolar Rp 14.274) akan jatuh tempo pada akhir pekan ini.

Berikut adalah permasalahan yang dihadapi oleh Evergrande dikutip dari CNN:

1. Evergrande terlilit utang dengan jumlah besar yaitu US$ 300 miliar atau Rp 4.275 triliun (asumsi kurs Rp 14.250 per dolar AS). Selain itu, perusahaan ini juga harus membayar kupon obligasi senilai US$ 83,5 juta.

2. Proyeksi harga saham Evergrande bisa jauh di bawah level HK$1 hingga ke bawah level seharusnya. Banyak pihak yang merasa khawatir bangkrutnya Evergrade akan seperti Lehman Brothers yang merupakan raksasa perbankan AS yang bangkrut pada tahun 2008 hingga memicu krisis keuangan global.

3. Pemerintah China sudah turun tangan, namun manajemen belum menemukan investor yang berminat.

4. Evergrande dikabar menjual menara kantornya di Hong Kong yang dibelinya pada tahun 2015 lalu seharga US$ 1,6 miliar.

Demikianlah penjelasan mengenai perusahaan Evergrande. Semoga detikers dapat memahaminya ya!



Simak Video "Rekaman CCTV Saat China Diguncang Gempa M 6"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia