Selain IQ, Ini 11 Tanda Kecerdasan yang Membuktikan Seseorang Genius

Kristina - detikEdu
Sabtu, 25 Sep 2021 15:00 WIB
Reading, Child, Boys, Book, Learning
Foto: Thinkstock/Selain IQ, Ini 11 Tanda Kecerdasan yang Membuktikan Seseorang Genius
Jakarta -

Psikolog dan ahli lainnya telah menemukan banyak cara untuk melihat kecerdasan manusia. Ternyata, untuk melihat ke-geniusan seseorang tidak hanya dilihat dari kecerdasan intelektual atau tes IQ.

Tes IQ memang menjadi salah satu parameter dalam melihat tingkat kecerdasan seseorang, khususnya untuk mengukur bakat dan kemampuan. Tetapi, kecerdasan tidak semuanya tentang IQ.

Tes tersebut mengukur keterampilan khusus seperti penalaran, memori, dan pemecahan masalah tetapi tidak dapat menangkap gambaran yang lebih luas dari kemampuan seseorang secara keseluruhan.

Selain itu, Tes IQ tidak menilai sifat-sifat penting seperti kreativitas atau keterampilan emosional. Orang-orang dari latar belakang yang berbeda memiliki berbagai tingkat keakraban dengan konsep dan struktur tes, sehingga skor rendah mungkin tidak selalu mewakili kemampuan intelektual yang sebenarnya.

Tanda Kecerdasan Selain IQ

Melansir Healthline, Sabtu (25/9/2021), seorang psikolog dan profesor Howard Gardner, memperkenalkan sebuah teori populer yang menunjukkan bahwa ada sembilan jenis kecerdasan yang berbeda. Tanda kecerdasan tersebut dapat dilihat dengan hal-hal berikut ini:

1. Memiliki Sikap Empati

Empati merupakan kemampuan untuk mengalami sesuatu dari sudut pandang orang lain. Empati adalah komponen kunci dari kecerdasan emosional. Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan untuk memahami emosi dan mengekspresikannya dengan cara yang sehat dan produktif.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengakui emosi diri sendiri. Orang dengan tingkat kecerdasan emosional tinggi umumnya memiliki kesadaran yang cukup baik tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain.

Empati juga dapat muncul sebagai tingkat pertimbangan dan penerimaan yang lebih dalam dari berbagai pengalaman orang lain. Tanda kecerdasan jenis ini dapat dikembangkan melalui kebiasaan. Seperti belajar banyak tentang orang lain dan mengungkapkan kepedulian terhadapnya.

2. Menghargai Kesendirian

Menurut sebuah studi yang dilakukan tahun 2016 dalam melihat potensi dampak persahabatan, kepadatan penduduk, dan kecerdasan pada kebahagiaan, orang dengan kecerdasan yang lebih besar merasa kurang puas dengan kehidupan ketika mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersosialisasi dengan teman.

Semakin banyak seseorang menghabiskan waktu untuk bersosialisasi, semakin sedikit waktu yang ia miliki untuk berpikir introspektif dan mengejar minat dan rencana diri sendiri. Pada intinya, seseorang dapat dengan mudah memiliki beberapa hubungan dekat dan menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terkasih selama memiliki cukup waktu untuk diri sendiri.

Bisa menghargai waktu untuk diri sendiri dan membaginya dalam hal interaksi merupakan salah satu tanda kecerdasan yang dimiliki seseorang.

3. Memahami Diri Sendiri

Mengetahui apa yang dibutuhkan dari interaksi yang dilakukan merupakan salah satu bagian dari kesadaran diri. Memahami diri sendiri berhubungan dengan sifat dan kemampuan, nilai kehidupan, tujuan dan keinginan, dan karakteristik hidup lainnya.

Orang yang memahami identitas dirinya dengan kuat biasanya orang tersebut akan merasa percaya diri dengan keterampilan yang dimiliki dimanapun ia bekerja. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk melatih pemahaman terhadap diri sendiri adalah dengan berani menentukan langkah sesuai dengan nilai atau prinsip pribadi.

4. Selalu Ingin Tahu Lebih Banyak

Tanda kecerdasan seseorang lainnya adalah memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Sehingga, orang tersebut akan berusaha mencari tahu lebih banyak tentang hal yang terjadi atau ilmu yang dipelajari.

Rasa ingin tahu juga dapat muncul sebagai keingintahuan pada kehidupan dan pengalaman orang lain. Ciri-ciri orang yang memiliki keinginan untuk mengetahui lebih banyak hal adalah memiliki keterbukaan pikiran dan kemauan untuk mempertanyakan apa yang ingin diketahui.

Segala bentuk keingintahuan tersebut berkaitan erat dengan kecerdasan. Dalam sebuah studi tahun 2016, para peneliti mengeksplorasi faktor-faktor potensial yang mungkin mempengaruhi keterbukaan dengan melihat data dari 5.672 orang sejak lahir hingga usia 50 tahun.

Mereka menemukan bahwa anak-anak yang memiliki skor IQ lebih tinggi pada usia 11 tahun cenderung menunjukkan keterbukaan yang lebih besar terhadap pengalaman pada usia 50 tahun.

5. Memiliki Kemampuan Mengamati dan Mengingat

Memperhatikan apa yang terjadi di sekitar kita termasuk salah satu cara dalam menunjukkan kecerdasan. Orang tersebut memiliki memori kerja yang baik, yakni kemampuan untuk menyimpan dan bekerja terhadap informasi tertentu.

Faktanya, kemampuan untuk memperhatikan dan mengamati dapat berhubungan dengan berbagai jenis kecerdasan. Di antaranya cara melihat yang bagus yakni elemen kecerdasan spasial visual dan kemampuan untuk membaca atau mendengar, yakni kecerdasan verbal-linguistik.

Selain itu, Gardner mengatakan, pemahaman yang mendalam tentang alam bahkan memiliki kemungkinan menjadi sebuah jenis kecerdasan, yakni kecerdasan naturalis. Kecerdasan tersebut mungkin muncul sebagai kemampuan bawaan untuk mengenali pola atau perubahan dalam lingkungan alam.

6. Memiliki Memori Tubuh yang Baik

Kecerdasan juga bisa muncul dalam konteks fisik. Sebagai contoh, mungkin seseorang tidak dapat menjelaskan cara menuju ke restoran tertentu, tetapi kaki kita tahu jalannya meskipun hanya berjalan ke bagian kota itu sekali, beberapa tahun yang lalu.

Contoh lain, ketika seseorang melakukan gerakan tari yang rumit setelah instruktur mengajarinya sekali saja. Kecerdasan kinestetik-jasmani yang tinggi inilah yang dapat menghasilkan ketangkasan dan koordinasi yang lebih baik. Orang dapat mengingat pola gerakan dan dapat menirunya tanpa banyak usaha.

7. Dapat Menghadapi Tantangan dalam Hidup

Hidup tidak selalu sederhana, dan beberapa orang menemukan kehidupan yang rumit namun bisa menghadapinya dengan mudah daripada orang lain.

Adaptasi adalah komponen kunci dari kecerdasan. Ini menggambarkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru atau peristiwa yang berubah. Sifat ini juga dapat terhubung dengan ketahanan, yaitu kemampuan untuk pulih dari kesulitan.

Mungkin detikers akan menghadapi ketidakpastian dan dituntut untuk siap menghadapi segala yang ada di depan mata. Bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang diharapkan, detikers dapat bangkit kembali dengan cepat dan siap untuk terus mencoba.

Karakteristik ini menekankan kecerdasan seseorang, terutama ketika menghadapi kesulitan dengan selera humor atau ditanggapi dengan santai penuh candaan.

Klik selanjutnya>>>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia