Kitab Negarakertagama: Pengarang, Isi, dan Asal Istilah Pancasila

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 23 Sep 2021 18:30 WIB
Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim melakukan kegiatan evaluasi pemugaran di situs Candi Tikus di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/7/2020). Kegiatan ini sebagai upaya untuk mengumpulkan data yang meliputi data teknis keterawatan atau konservasi, lingkungan, dan aspek pemanfaatan sehingga mengetahui perkembangan yang terjadi pada Candi Tikus setelah pemugaran terakhir pada 1984-1985. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/aww.
Foto: ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF
Jakarta - Kitab Negarakertagama merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Mengutip dari buku Sejarah SMA Kelas X karangan Sardiman, kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16.

Kitab Negarakertagama ditulis oleh Mpu Prapanca di masa pemerintahan Hayam Wuruk. Kitab ini menceritakan tata pemerintahan Majapahit.

Dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karya Edi Rohani juga disebutkan bahwa Mpu Prapanca sebetulnya adalah nama samaran dari Dang Acarya Nadendra. Ia adalah mantan petinggi urusan agama Buddha di Kerajaan Majapahit.

Dang Acarya Nadendra merampungkan Kitab Negarakertagama di usia tua dalam pertapaannya di lereng gunung yang ada di Desa Kamalasana.

Negarakertagama artinya adalah 'negara dengan tradisi (agama) yang suci'. Nama itu sendiri sebetulnya tidak ditemukan dalam Kakawin Negarakertagama.

Sebabnya, Mpu Prapanca menyebut karyanya ini dengan judul Dewacawarnana (terdapat pada pupuh 94/2) yang artinya 'uraian mengenai desa-desa'.

Dikutip dari buku Gajahmada: volume 5 karya Langit Kresna Hariadi, Kitab Negarakertagama ditemukan di Puri Cakranegara di Pulau Lombok pada tahun 1894. Kitab itu semula dikira sebagai satu-satunya naskah.

Naskah ini awalnya disimpan di Leiden, Belanda. Lalu Ratu Juliana menyerahkannya pada Presiden Soeharto pada 1971 pada kunjungannya.

Naskah lain kakawin tersebut juga ditemukan di Amlapura, Geria Pidada Kelungkung, dan Geria Carik Sideman. Kini setidaknya ditemukan lima naskah Negarakertagama.

Isi Kitab Negarakertagama

Buku 'Pasti Bisa Sejarah Indonesia' untuk SMA/MA Kelas X karangan Tim Ganesha Operation menyebut Kitab Negarakertagama juga berisi tentang raja-raja Majapahit dan raja-raja Singasari yang berhubungan dengan Majapahit.

Dalam buku Seri IPS Sejarah SMP Kelas VII karya Prawoto, dituliskan bahwa Kitab Negarakertagama mengisahkan berdirinya Kerajaan Singasari hingga kondisi masa pemerintahan hayam Wuruk. Kakawin tersebut juga menceritakan keadaan istana raja yang rapi dan dilengkapi berbagai ornamen. Hiasan ini merupakan karya seni yang agung karena menggambarkan lingkungan sekitar istana.

Asal Mula Istilah Pancasila dalam Kitab Negarakertagama

Kembali pada buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karya Edi Rohani, di tahun 1365 atau tahun Saka 1287, Mpu Prapanca menuliskan istilah Pancasila dalam Kitab Negarakertagama. Istilah ini ada pada bait suci ke-53, di mana pada bait kedua berbunyi, 'Yatnaggegwani pancasyiila kertasangskarbhisekaka krama'.

Arti dari bait itu adalah "Raja menjalankan dengan setia kelima pantangan, yaitu mateni, maling, madon, madat, main".

Dalam buku Huru-hara Majapahit dan Berdirinya Kerajaan Islam di Jawa karya Muhlis Abdullah, disebutkan bahwa Kitab Negarakertagama adalah karya sastra di zaman Kerajaan Majapahit Awal. Belajar sejarah sangat menarik bukan, detikers?



Simak Video "Kekuasaan Kerajaan Majapahit, Kejayaan Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia