Kapal Selam Nuklir, Sejarah dan Negara yang Mengoperasikannya

Olivia Sabat - detikEdu
Kamis, 23 Sep 2021 14:30 WIB
Kapal selam nuklir pertama di dunia USS Nautilus milik Amerika Serikat
Kapal selam nuklir pertama di dunia USS Nautilus milik Amerika Serikat (Foto: Wikimedia commons)
Jakarta -

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan pada Kamis, (16/9/2021) bahwa Austalia telah menandatangani kesepakatan dengan Amerika dan Inggris untuk memperoleh kapal selam nuklir. Dengan demikian, Australia akan menjadi negara ketujuh yang memiliki kapal selam nuklir, nih detikers.

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyinggung soal kemitraan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat atau AUKUS dan rencana Australia membangun kapal selam nuklir tersebut.

Retno berbicara mengenai kemungkinan meningkatnya perlombaan senjata di kawasan. Dia menegaskan bahwa hal itu dapat berpengaruh terhadap stabilitas di kawasan.

"Saya sampaikan kita menerima penjelasan Australia, kita mendengarkan komitmen-komitmen yang diberikan Australia termasuk untuk terus menghormati NPT, prinsip-prinsip non-proliferasi dan hukum internasional," ujar Retno dalam keterangan pers, Rabu (22/9/2021).

"Di dalam Asia Society tadi saya menekankan bahwa yang tidak diinginkan oleh kita semua adalah kemungkinan meningkatnya perlombaan senjata dan power projection di kawasan, yang tentunya akan dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan."

Sejarah Kapal Selam Nuklir

Dikutip dari Aljazeera, Amerika Serikat membuat kapal selam nuklir pertama di dunia pada 1954 yang diberi nama USS Nautilus. Pembangunan kapal selam ini dipimpin perwira Angkatan Laut AS Hyman G. Rickover.

Hyman seorang insinyur brilian kelahiran Polandia yang bergabung dengan program atom AS pada 1946. Setahun kemudian dia ditugaskan untuk pengembangan program propulsi tenaga nuklir kapal destroyer AL. Tak lama kemudian program itu beralih jadi proyek kapal selam nuklir.

USS Nautilus diluncurkan pertama kali ke Thames River di Groton, Connecticut pada Januari 1954. Peluncuran kapal dengan panjang 98 meter tersebut ditandai dengan pemecahan sebotol sampanye ke haluan kapal oleh ibu negara AS, Mamie Eisenhower.

Setelah menyelami lautan untuk misi-misi penting selama 25 tahun, USS Nautilus akhirnya dipensiunkan pada Maret 1980. Kini rangkanya dipajang di Museum Kapal Selam, di Groton.

Tak mau kalah dengan AS, Rusia yang saat itu masih bernama Uni Soviet meluncurkan kapal selam nuklir pertamanya bernama K-3 Leninsky Komsomol pada 1957.

China merupakan negara Asia pertama yang membangun kapal selam nuklir pada 1970 dengan tipe 091 Han-class. China berhasil merampungkan kapal selam itu empat tahun dan kemudian bernama Changzheng 1. Changzheng 1 dipensiunkan tahun 2000 lalu.


Kapal Selam Nuklir Vs Kapal Selam Diesel

Perbedaan kedua kapal selam ini terletak pada bahan bakar yang digunakan. Untuk bisa bergerak, kapal selam diesel menggunakan motor listrik yang diisi dengan bahan bakar diesel.

Nah, selain membutuhkan bahan bakar, mesin ini juga membutuhkan udara untuk bisa beroperasi. Dengan begitu, kapal selam diesel harus lebih sering muncul ke permukaan yang menyebabkan lebih mudah terdeteksi oleh negara lain.

Sementara itu, kapal selam nuklir bergerak dengan cara mengalirkan uap yang dihasilkan oleh reaktor nuklir di atas kapal yang memutar turbin. Bahan bakar ini memiliki daya tahan lebih lama sehingga kapal selam bisa berada di bawah laut untuk waktu yang lama dan tidak mudah terdeteksi.

Meski begitu, kapal selam nuklir memiliki ukuran yang lebih besar dan membutuhkan biaya perawatan yang lebih mahal.

Selanjutnya negara yang mengoperasikan kapal selam nuklir, ada dua negara Asia >>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia