Siapa Bapak Koperasi Indonesia? Berikut Sejarah, Landasan, Asas, dan Tujuannya

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 23 Sep 2021 06:30 WIB
Pada tanggal 14 Maret 1980 terjadi hal yang menyedihkan seluruh bangsa: Proklamator Republik Indonesia Bung Hatta meninggal dunia setelah beberapa hari mengindap sakit tua.
Bapak koperasi Indonesia (Foto: detikcom)
Jakarta - Bapak koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta. Seperti dilansir dari buku Bung Hatta dan Ekonomi Islam karya Anwar Abbas, ia telah menjadikan koperasi sebagai bangun usaha yang sesuai dengan perekonomian rakyat.

Karena berbagai jasanya, Bung Hatta juga disebut sebagai "bapak Kedaulatan Rakyat dan Bapak Ekonomi Rakyat". Kata Nitisumantri, ia patut diberi gelar Bapak Koperasi.

Sejarah Singkat Koperasi Indonesia

Badan hukum koperasi pertama yang ada di Indonesia adalah sebuah koperasi di Leuwiliang. Koperasi ini berdiri pada 16 Desember 1895, demikian dikutip dari Buku Ajar Ekonomi Koperasi karya Sattar.

Saat itu, Raden Ngabei Araiwiriaatmadja yang merupakan Patih purwokerto mendirikan bank Simpan Pinjam bersama kawan-kawannya. tujuannya, menolong sejawat pegawai negeri pribumi dari cengkeraman pelepas uang yang kala itu merebak.

Tak lama, bank ini mencakup desa-desa dan kredit pertanian, sehingga di tahun 1896 berdirilah Bank Simpan Pinjam dan Kredit Pertanian Purwokerto.

Namun, Indonesia baru mengenal perundang-undangan tentang koperasi pada 1915. Dan pada akhir 1930, didirikanlah jawatan koperasi yang dipimpin J. H. Boeke.

Pada 12 Juli 1947, kongres koperasi se-Jawa pertama diadakan di Tasikmalaya. Pada saat itu dibentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI). Tanggal 12 Juli tersebut akhirnya dijadikan Hari Koperasi.

Landasan Koperasi Indonesia

Dalam buku Ekonomi SMP/MTs Jilid 2 karya Deliarnov, menurut UU Nomor 25 tahun 1992 Bab II Pasal 2, koperasi Indonesia berlandaskan pada Pancasila serta UUD 1945 dan asas kekeluargaan.

Landasan koperasi Indonesia ada tiga, yakni landasan idiil, struktural, dan landasan mental. Landasan idiil pancasila adalah Pancasila sehingga pelaksanaannya harus sesuai Pancasila.

Landasan struktural koperasi Indonesia adalah UUD 1945. Koperasi adalah badan usaha yang paling sesuai dengan amanat UUD 1945 amandemen pasal 33 ayat 1, isinya "Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan".

Kemudian, landasan mental koperasi Indonesia adalah setia kawan dan kesadaran pribadi.

Asas Koperasi Indonesia

Asas koperasi Indonesia adalah kekeluargaan. Sesuai asas ini, maka organisasi koperasi di RI berwatak sosial.

Watak sosial ini tidak membuat koperasi mengabaikan sifat dan syarat sebagai suatu usaha dalam bidang ekonomi.

Tujuan Koperasi Indonesia

Tujuan organisasi koperasi di Indonesia adalah memajukan serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya, memajukan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka menciptakan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Itulah sejarah singkat, landasan, asas, dan tujuan koperasi Indonesia. Selamat belajar, detikers!



Simak Video "Megawati Cerita Nostalgia Soal Kenakalannya Bersama Meutia Hatta"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia