Belajar dari Pakar

Penemu Angka Nol Bukan Al Khawarizmi, Lalu Siapa?

Dhika Widayat - detikEdu
Selasa, 21 Sep 2021 14:00 WIB
Dhika Widayat
Dhika Widayat
Dhika Widayat adalah founder dari akun instagram ngajimatematika. Akun yang membahas matematika dari sisi yang jarang dibahas. Dhika Widayat juga seorang penggemar berat matematika sejak SD.
Ilustrasi matematika atau kalkulus
Ilustrasi penemu angka nol (Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/jittawit.21)
Jakarta - Anda salah kalau masih menganggap al Khawarizmi sebagai penemu angka nol. Setelah membaca artikel ini detikers jangan lagi salah ya.

Al Khawarizmi adalah matematikawan Muslim yang sangat hebat. Dia dijuluki sebagai Bapak Aljabar. Menciptakan suatu ilmu baru yang sangat dikagumi. Ilmu yang sangat bermanfaat bahkan hingga zaman modern ini.

Aljabar yang Al Khawarizmi ciptakan ini adalah hasil kawin silang antara aritmatika India dan Geometri Yunani. Kita bisa lihat dalam kitab terkenalnya berjudul, fil jabr wal muqobala, yang menjelaskan aljabar dengan pendekatan geometri.

Al Khawarizmi adalah orang yang menekuni banyak bidang ilmu. Salah satunya selain matematika adalah astronomi. Ketika belajar matematika dia juga mempelajari ilmu tersebut dari berbagai peradaban. Salah satunya adalah India.

Konsep nol sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Nol yang mewakili ketiadaan sudah disadari oleh orang-orang Babilonia bahkan sejak ratusan tahun sebelum masehi. Hanya saja mereka bingung untuk mengekspresikannya dalam sebuah simbol.

Pada abad ke-7 Masehi seorang matematikawan India terkenal bernama Brahmagupta melakukan pengkajian lebih jauh tentang bilangan. Salah satunya adalah angka nol. Brahmaguptalah yang kemudian memberi simbol nol dengan 0. Dia juga yang mengembangkan aturan operasi bilangan dengan nol.

Saat Dunia Islam sangat gandrung dengan pengembangan ilmu pengetahuan, datanglah seorang Astronom India bernama Kankah kepada Khalifah Al Mansur. Kankah membawa sebuah buku berjudul Shindind yang berisi tentang perhitungan yang cukup akurat tentang pergerakan bintang.

Khalifah al Mansur sangat tertarik dengan buku Shindind yang dibawa Kankah tersebut. Lalu meminta kepada ilmuwan di Bayt al Hikmah (tempat para ilmuwan Muslim belajar) untuk menerjemahkan Shindind ke dalam bahasa Arab. Muhammad Al Fasari melakukan perintah Khalifah tersebut lalu kitab tersebut diberi judul Shind al Hindi Kabir.

Ketertarikan al Khawarizmi terhadap matematika akhirnya mempertemukan dia dengan kitab tersebut. Lantas al Khawarizmi menyempurnakan kembali beberapa perhitungan yang melibatkan angka nol dari Brahmagupta. Hasilnya adalah satu kitab lain yang juga terkenal dari Al Khawarizmi yang berjudul Al-Jami wa al-Tafriq bi Hisab al-Hind.

Kitab tersebut lalu tersebar ke Eropa yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul, Algoritmi de numero Indorum. Ini juga menjadi awal pengembangan ilmu dan nama algoritma yang berasal dari nama al Khawarizmi.

Itulah perjalanan dari angka nol. Angka yang sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu, lalu dikembangkan oleh para ilmuwan setelahnya dari berbagai negeri. Jadi al Khawarizmi bukanlah penemu angka nol. Dia adalah orang yang mengembangkan angka nol dengan sangat akurat.

Dhika Widayat

Seorang pengemar berat matematika sejak SD, Founder ngajimatematika.

Artikel ini merupakan kerjasama detikEdu dengan Ngajimatematika

Simak Video "Silaturahmi Senior Golkar Usai Peresmian Mesjid Baru di Markas Partai"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia