11 Penemuan Ilmuwan Indonesia yang Diakui Dunia, Apa Saja?

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 19 Sep 2021 17:00 WIB
Adi Utarini
Ilmuwan Indonesia Prof. Adi Utarini menjadi 100 Orang Berpengaruh di Dunia 2021 karena penemuannya. Foto: Times/Ed Wray
Jakarta - Menghasilkan penemuan dan hasil penelitian yang bermanfaat bagi umat manusia adalah hal yang mulia. Penemuan bola lampu, telepon, dan listrik adalah salah satu penemuan ilmuwan dari berbagai negara yang bisa detikers rasakan sampai hari ini.

Tidak hanya ilmuwan mancanegara, rupanya ada banyak penemuan dari ilmuwan Indonesia yang diakui dunia. Beberapa di antaranya mendapatkan paten, menyelamatkan banyak nyawa manusia, dan bermanfaat bagi lingkungan dan masa depan bumi.

Nah, berikut penemuan dan hasil penelitian ilmuwan Indonesia yang diakui dunia. Apa saja?

11 Penemuan Ilmuwan Indonesia

1. Fakta Jumlah Kromosom


Tiap manusia memiliki 26 pasang atau 46 buah kromosom yang membawa milyaran DNA di dalam tubuh. Penemuan Dr. Joe Hin Tjio pada 1956 ini dipublikasikan di Hereditas, jurnal genetika kredibel tingkat internasional.

Dr. Joe Hin Tjio (1919-2001) adalah ilmuwan kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah. Penelitian Dr. Joe Hin Tjio dilakukan di Institute of Genetics of Sweden di University of Lund, Swedia. Atas pencapaiannya, Dr. Joe Hin Tjio juga mendapat penghargaan International Prize dari Joseph P. Kennedy, Jr. Foundation.

2. Teknologi Pembasmi Demam Berdarah Dengue


Bakteri Wolbachia yang dimasukkan ke nyamuk Aedes aegypti rupanya membuat nyamuk tidak bisa mentransfer virus demam berdarah ke manusia. Hal ini ditemukan Guru Besar Kesehatan Masyarakat Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD bersama tim dalam Eliminate Dengue Project di Yogyakarta.

Nyamuk Aedes aegypti berbakteri yang dilepas liar dan dibiarkan berkembang biak akan menghasilkan generasi nyamuk yang jinak, sehingga mencegah wabah demam berdarah dengue.


Penemuan Prof. Adi Utarini dan tim berhasil mengurangi kasus demam berdarah hingga 77 persen di sejumlah kota besar Indonesia. Pencapaian ini membuat Prof. Uut masuk daftar Nature's 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020 dari jurnal ilmu pengetahuan Nature dan 100 Orang Berpengaruh di Dunia 2021.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)

Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) memungkinkan warga desa-desa terpencil mendapat penerangan lampu listrik dengan tenaga dari sumber daya air di sekitarnya. Pembangkit ini merupakan buah ide Tri Mumpuni melalui Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) yang dipimpinnya dan dieksekusi para warga dengan bantuan ahli.

Hingga saat ini, IBEKA telah membangun setidaknya 65 PLTMH di berbagai desa di pelosok tanah air. Atas pencapaiannya, Tri Mumpuni masuk dalam daftar 22 Most Influential Muslim Scientist dari 500 Most Influential Muslims yang dirilis Royal Islamic Strategic Studies Centre.

4. Konstruksi Sosrobahu

Konstruksi Sosrobahu atau sistem Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) adalah sistem yang memungkinkan pembangunan jalan layang tanpa memunculkan kemacetan dan gangguan lalu lintas.

Sistem LPBH atau konstruksi Sosrobahu dirancang oleh Tjokorda Raka Sukawati, alumnus teknik sipil Institut Teknologi Bandung (ITB). Karya ilmuwan ini kemudian sampai digunakan untuk membangun jembatan di Seattle.

5. Crack Propagation

Teori crack propagation adalah teori pendeteksian rambatan kerusakan konstruksi badan pesawat oleh B.J. Habibie. Alumnus Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen ini juga berhasil meringankan bobot pesawat kosong tanpa berat penumpang dan bahan bakar hingga 10 persen, bahkan hingga 25 persen setelah material komposit dimasukkan ke dalam badan pesawat.

Presiden ketiga RI ini juga berkontribusi dalam kelahiran pesawat pertama karya anak bangsa N-250 Gatotkaca. Pesawat ini melakukan penerbangan perdana pada 10 Agustus 1995. Karya-karya B.J. Habibie membuatnya dikenal sebagai Bapak Teknologi di Indonesia.


6. Ratusan Nebula Planeter Baru

Nebula planeter (planetary nebulae) adalah objek astronomi penting yang punya peran krusial dalam evolusi kimiawi sebuah galaksi. Nebula planeter berfungsi untuk mengembalikan material ke medium interstellar yang sudah dipenuhi elemen-elemen berat dan produk nukleosintesis seperti karbon, nitrogen, oksigen, dan kalsium.

Ratusan nebula planeter baru ditemukan oleh Prof. Dr. Mezak Arnold Ratag, ilmuwan asal Malang, Jawa Timur. Penemuan ilmuwan kelahiran 4 September 1962 ini dipublikasikan dalam lebih dari 100 karya ilmiah nasional dan internasional. Nama Prof. Mezak diabadikan di 120 Planetary Nebula Cluster seperti Ratag-Zijlstra-Pottasch-Menzies dan Ratag-Pottasch cluster.

7. Teknologi 4G LTE


Konsep Fast Fourier Transform (FFT) atau teknologi 4G LTE menjadi standar International Telecommunication Union (ITU) yang dipatenkan pada 2005 atas nama Assoc. Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar, S.T., M.Eng., ilmuwan Indonesia kelahiran Kediri.

Ilmuwan lulusan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang tersebut juga memiliki hak paten sistem deteksi illegal transmitter yang berpotensi dipakai dalam teknologi 5G.


8. Bahan Anti Api

Zat aktif kulit singkong seperti tripotasium sitrat rupanya bisa dikembangkan menjadi aneka produk anti api. Produk anti api itu di antaranya berbentuk cat pelapis kayu yang membuatnya tahan api selama 200 tahun. Di samping itu, zat tersebut bisa dimasukkan ke dalam tabung semprot sebagai materi pemadam nyala api.

Penemuan ini didapat Randall Hartolakosono, ilmuwan Indonesia alumnus Teknik Mesin Universitas London. Karya ilmuwan yang disapa 'Hart' oleh para dosennya ini kemudian dikenal sebagai produk tahan api ramah lingkungan yang digunakan Petronas Malaysia dan mancanegara.

9. Metode Konstruksi Cakar Ayam

Sistem arsitektur infrasturktur konstruksi cakar ayam adalah metode rekayasa teknik pembuatan pondasi yang memungkinkan pembangunan struktur pada tanah lunak seperti rawa-rawa.

Metode konstruksi cakar ayam ditemukan oleh Prof. Ir. Sedyatmo, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB). Metode ini kemudian digunakan di berbagai pembangunan di dalam dan luar negeri.

10. Kompor Ramah Lingkungan

Dr.rer.nat Muhammad Nurhuda menciptakan Pengembangan Kompor Biomassa Hemat Energi dan Ramah Lingkungan. Kompor hasil penelitian Guru Besar Ilmu Fisika Komputasi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya ini dikenal di negara-negara Asia Pasifik hingga Amerika. Pada 2011. Nurhuda menerima Penghargaan Energi Prakarsa dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga mengembangkan Rancang Bangun Pilot Plan Gasifikasi Sampah Menjadi Syngas untuk Alternatif Pembangkit Energi Listrik yang Ramah Lingkungan, rancangan pembangkit listrik pengolah limbah yang kurang dari batas minimum WHO, di samping menulis publikasi ilmiah di berbagai jurnal internasional.

11. Memecahkan Persamaan Helmhotz

Matematikawan kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat Yogi Ahmad Erlangga berhasil menyelesaikan persamaan Helmholtz menggunakan matematika numerik secara cepat. Dosen Teknik Penerbangan ITB ini mendapati, metode "ekuasi Helmhotz" dapat mempercepat permrosesan data seismeik dalam survey cadangan minyak bumi.

Temuan alumnus Prodi Aeronautika dan Astronautika, Teknik Penerbangan ITB tersebut menemukan bahwa persamaan Helmholtz membuat pemrosesan data seismik menjadi seratus kali lebih cepat. Risetnya saat tesis di Delf University of Technology tersebut menarik perusahaan minyak internasional tertarik mendanai penelitiannya.

Nah, itu dia 11 penemuan ilmuwan Indonesia yang diakui dunia. Semoga detikers bisa terinsipirasi untuk menyelami berbagai bidang ilmu lebih dalam dari penemuan para ilmuwan Indonesia di atas, ya!

Simak Video "Demam Turun Jadi Fase Kritis saat Alami DBD"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia