Siapa Wakil Ketua BPUPKI yang Berasal dari Jepang dan Jumlah Anggotanya

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 19 Sep 2021 07:00 WIB
sidang bpupki
Foto: Dok. Wikipedia Commons
Jakarta - Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. Tujuan dari dibentuknya BPUPKI adalah guna mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan serta berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh Indonesia sebagai negara yang merdeka, demikian dikutip dari buku Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas VII karya Tim Ganesha Operation.

BPUPKI merupakan perwujudan janji Perdana Menteri Jepang kala itu, Koiso, pada Indonesia. Janjinya adalah tentang kemerdekaan bagi Indonesia.

Jumlah anggota BPUPKI adalah..

Ketua BPUPKI adalah dr. Radjiman Wedyodiningrat. Sementara itu, wakilnya ada dua.

Wakil BPUPKI dari Indonesia adalah Raden Panji Suroso. Sementara, wakil ketua BPUPKI yang berasal dari Jepang adalah Ichibangasae.

Pelantikan ketua serta wakil ketua ini dilakukan pada tanggal 28 Mei 1945 di Gedung Chuo Sangi In, yang sekarang adalah Gedung Pancasila.

BPUPKI beranggotakan 62 orang dari Indonesia serta 7 orang Jepang.

Sidang pertama BPUPKI membahas tentang..

BPUPKI melakukan dua sidang. Pertama adalah tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Kedua, dilaksanakan pada 10-16 Juli 1945.

Sidang pertama BPUPKI membahas tentang dasar negara Indonesia. Pada sidang ini, Muh. Yamin menyampaikan lima asas dalam pidatonya pada 29 Mei 1945.

Kelima asas tersebut adalah perikebangsaan, perikemanusiaan, periketuhanan, perikerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Selain itu, ia juga mengungkapkan rumusan konstitusi secara tertulis.

Pada 31 Mei 1945, Soepomo juga menyampaikan lima usulan dasar negara, yakni persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir batin, musyawarah, dan keadilan sosial.

Dan pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno juga memberikan pendapatnya tentang dasar negara Indonesia. Rumusan dasar inilah yang dinamakan Pancasila. Meski begitu, hingga sidang pertama BPUPKI berakhir, belum ada kesepakatan soal dasar negara Indonesia.

Sidang kedua BPUPKI membahas tentang..

Sidang kedua BPUPKI membicarakan soal bentuk negara dan rancangan undang-undang dasar. Pada sidang ini dibentuk Panitia Perancang UUD.

Panitia tersebut kemudian membentuk Panitia Kecil pada 11 Juli 1945. Panitia ini tugasnya menyempurnakan dan menyusun ulang rancangan UUD yang disetujui.

Pada 13 Juli 1945, Panitia Perancang UUD membicarakan hasil kerja Panitia Kecil.

Pada sidang BPUPKI 14 Juli 1945, Panitia Perancang UUD menyampaikan hasil kerjanya. Hasilnya adalah, pernyataan Indonesia merdeka dan pembukaan serta batang tubuh UUD.

Pernyataan Indonesia merdeka ini diambil dari tiga alinea pertama dalam Piagam Jakarta. Sementara, UUD diambil dari alinea keempat Piagam Jakarta.

Kendati begitu, ada perubahan alinea keempat ini. 'Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' diganti dengan 'Ketuhanan yang Maha Esa'. Maksudnya, karena bangsa Indonesia yang beragam.

Pada sidang BPUPKI kedua inilah perumusan dasar negara berakhir.

Nah, jadi kini detikers sudah paham kan, siapa wakil BPUPKI yang berasal dari Jepang beserta apa yang dibahas dalam sidang pertama dan kedua? Selamat belajar!

Simak Video "Sejarah Lahirnya Pancasila: Sidang BPUPKI dan Pidato Soekarno"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia