Ekaprasetia Pancakarsa: Arti, Pelaksanaan, dan Penghapusan P4

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 17 Sep 2021 08:30 WIB
pengrajin garuda pancasila di jombang
Pengrajin lambang Garuda Pancasila di Jombang, Jawa Timur. Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Ekaprasetia Pancakarsa atau Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) diterapkan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Ekaprasetia Pancakarsa artinya apa? Bagaimana sejarahnya hingga dihapuskan?

Ekaprasetia Pancakarsa dicetuskan oleh Soeharto pada tahun 1978. Soeharto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 1978 tentang penataran Pancasila yang disebut Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). P4 dikenal dengan istilah Ekaprasetia Pancakarsa.

Ekaprasetia Pancakarsa: Artinya

Ekaprasetia Pancakarsa berasal bahasa Sansekerta, 'eka' yang artinya satu/tunggal, 'prasetia' yang artinya janji atau tekad, 'panca' yang artinya lima, dan 'karsa' yang artinya kehendak, seperti dikutip dari buku 'Sastra dan Politik' oleh Yoseph Yapi Taum.

Ekaprasetia Pancakarsa artinya janji atau tekad yang bulat untuk melaksanakan lima kehendak dalam kelima sila Pancasila (Buku Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Ekaprasetya Pancakarsa) dan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Ekaprasetia Pancakarsa atau P4 diformalisasi melalui Tap MPR Nomor II/MPR/1978 Tahun 1978. P4 ditetapkan pada tanggal 22 Maret 1978, bersamaan dengan Tap MPR tersebut dikeluarkan.

Pasal 4 Tap MPR Nomor II/MPR/1978 Tahun 1978 berisi bahwa Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila merupakan penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara bagi setiap warganegara Indonesia, setiap penyelenggara Negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah dan dilaksanakan secara bulat dan utuh.

Pelaksanaan P4

Penataran P4 dilaksanakan sebagai program indoktrinasi wajib mengenai ideologi negara Pancasila bagi semua warga negara pada 1978 untuk mendorong keseragaman ideologis. Program P4 dirancang oleh Roeslan Abdulgani yang sebelumnya pendukung aktif ideologi demokrasi terpimpin Soekarno, seperti dikutip dari buku 'Sejarah Indonesia Modern 1200-2008' oleh Merle Calvin Ricklefs.

Kursus penataran P4 dilakukan dalam departemen-departemen pemerintahan, tempat-tempat kerja, sekolah, dan lain-lain bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ideologi P4 menuai kritik dan cemoohan dari kaum intelektual. Kendati demikian, konsep bahwa Pancasila merupakan ideologi khas Indonesia yang mampu melindungi rakyat dari sayap kanan dan sayap kiri menimbulkan dampak bagi masyarakat. Tetapi, kasus-kasus di rezim Soeharto, penyimpangan konsep P4 oleh Soeharto, dan kroni kemudian merusak konsep tersebut.

Penghapusan P4 atau Ekaprasetia Pancakarsa

P4 dihapuskan melalui Ketetapan MPR RI No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Isi Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 yaitu:

  • Pengembalian fungsi Pancasila sebagai dasar negara
  • Penghapusan P4
  • Penghapusan Pancasila sebagai asas tunggal bagi organisasi sosial politik di Indonesia

Nah, sudah tahu ya detikers, Ekaprasetia Pancakarsa artinya apa? Semoga mudah dipahami ya!



Simak Video "Pak Gatot, Patung Soeharto Ada di Ponorogo Loh"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia