7 Butir Khittah Palembang Muhammadiyah, Siswa Madrasah Perlu Tahu

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 16 Sep 2021 12:00 WIB
Sejumlah santri Madrasah Aliyah (MA) membaca Al-Quran saat beriktikaf di Masjid Attaqwa, Ujung Harapan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Kegiatan iktikaf atau berdiam diri di dalam masjid dengan mengisi kegiatan ibadah seperti tadarus Al-Quran, berzikir dan shalat sunah tersebut digencarkan pada 10 hari terakhir Ramadhan. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Khittah Palembang adalah bagian penting dari organisasi Muhammadiyah. Perserikatan Muhammadiyah sendiri didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330, demikian dikutip dari buku Muhammadiyah dalam Perspektif Sejarah, Organisasi, dan Sistem Nilai karangan Nurhayati dkk.

Muhammadiyah adalah perserikatan yang merupakan gerakan Islam. Maksud dari gerakan ini adalah dakwah Islam serta amar ma'ruf nahi munkar, di mana ditujukan pada perseorangan serta masyarakat.

Pada perkembangannya, organisasi Muhammadiyah memikirkan perlunya untuk menegaskan pijakan serta landasan perjuangannya. Hal ini kemudian disebut dengan Khittah Muhammadiyah.

Apa itu khittah?

Khittah berarti rencana, desain, skema, dan garis kebijakan. Khittah Muhammadiyah kemudian dinyatakan oleh organisasi ini, menurut keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-40 di Surabaya tahun 1978.

Isi Khittah Muhammadiyah sendiri adalah hakikat Muhammadiyah, lalu Muhammadiyah dan masyarakat, Muhammadiyah dan politik, Muhammadiyah dan Ukhuwah Islamiyah, serta dasar dan program Muhammadiyah.

Apa saja isi Khittah Palembang?

Khittah Palembang adalah bagian dari Khittah Perjuangan Muhammadiyah, yang artinya adalah strategi perjuangan ketika menghadapi permasalahan dalam berdakwah atau bersinggungan dengan politik ketatanegaraan di Indonesia.

Khittah Palembang disahkan pada Muktamar ke-33 di Palembang pada tahun 1956. Khittah Palembang berlaku pada tahun 1956-1959.

Butir-butir Khittah Pelembang

1. Menjiwai pribadi para anggota, utamanya para pimpinan Muhammadiyah

2. Menjalankan uswatun hasanah

3. Mengutuhkan organisasi dan merapikan administrasi

4. Memperbanyak dan mempertinggi mutu amal

5. Mempertinggi mutu anggota serta membentuk kader

6. Mempererat ukhuwah

7. Menuntun penghidupan anggota.

Menurut buku Muhammadiyah Gerakan Pembaruan, khittah sebagai garis perjuangan sejatinya selalu berubah, utamanya dalam segi cara. Perubahan tersebut sesuai dengan kondisi ruang dan waktu. Namun, ada sejumlah hal yang sifatnya tetap, yakni yang sifatnya prinsip.

Itu dia isi butir-butir Khittah Palembang dan sekilas sejarahnya. Semoga informasinya membantu kalian, detikers!



Simak Video "PP Muhammadiyah Dirikan Universitas Siber Muhammadiyah"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia