Sempat Viral Sertifikat Vaksin Tertua dari Zaman Turki Utsmaniyah, Hoaks?

Rosmha Widiyani - detikEdu
Sabtu, 11 Sep 2021 16:21 WIB
Sertifikat Vaksinasi Zaman Khalifah Usmaniyah Turki tahun 1908
Foto: (Peramezat/Alsat.mk)/Sempat Viral Sertifikat Vaksin Tertua dari Zaman Turki Utsmaniyah, Hoaks?
Jakarta - Facebook dan Twitter sempat heboh dengan postingan sertifikat vaksin yang dikatakan sebagai tertua di dunia. Sertifikat dikeluarkan dinasti Turki Utsmaniyah yang membuktikan kemajuan peradaban Islam.

"Sertifikat tertua di dunia tahun 1721 masehi. Dikeluarkan oleh Khalifah Islamiyah Turki Utsmani. Vaksin itu bagian dari peradaban Islam yang maju," tulis salah satu akun Facebook dilihat detikEdu pada Sabtu (11/9/2021).

Selain media sosial, postingan sertifikat vaksin tertua dari zaman Turki Utsmaniyah juga dibagikan di WhatsApp. Menanggapi hal ini, guru besar filologi UIN Jakarta Oman Fathurahman menjelaskannya lewat channel YouTube NGARIKSA Channel.

"Saya menyebutnya hoaks. Ini bisa mengelabui awam, tapi tidak bisa untuk yang mau berpengetahuan. Sertifikat ini biasa saja," ujar Oman dalam postingan berjudul Ngariksa #53: Ikhtiar Insani Akhiri Pandemi yang ditayangkan Jumat (10/8/2021).

Oman menjelaskan, hoaks merujuk pada narasi dalam postingan sertifikat vaksin tertua dari zaman Turki Utsmaniyah. Dalam unggahan tersebut terdapat informasi penerbitan sertifikat di sudut kanan bawah.

Di areal itu tertulis pola penanggalan unik 27 Agustus 1322 Hijriah, yang menggabungkan penulisan kalender Islam dan masehi. Menurut Oman penulisan tersebut sama dengan penyebutan Ramadhan 2021 yang kerap dilakukan masyarakat umum.

Jika dikonversi, 1322 Hijriah merujuk pada tahun 1908 atau 1909 di awal abad 20. Hasil konversi jelas beda dengan narasi unggahan sertifikat yang mengatakan dokumen itu diterbitkan pada 1721.

Oman juga menjelaskan kebenaran sertifikat yang diklaim tertua dan dikeluarkan khalifah Turki Utsmaniyah. Menurutnya sertifikat vaksin ini banyak beredar di masa itu sebagai upaya administrasi menghadapi wabah cacar.

"Ada yang benar dan salah. Benar dikeluarkan di masa kekhalifahan Turki namun untuk tertua wallahu a'lam. Yang jelas ini bukan dari tahun 1721," kata Oman yang juga menayangkan episode pembahasan sertifikat vaksin di Twitter @ofathurahman.

Oman juga menambahkan sertifikat vaksin dalam postingan jelas berbeda dengan manuskrip atau dokumen tertua. Sertifikat menggunakan abjad yang dicetak biasa plus tulisan tangan, tidak sama dengan dokumen tua yang memiliki pola penulisan khas.

Dengan penjelasan ini Oman berharap masyarakat tak lagi percaya pada hoaks sertifikat vaksin tertua dari zaman Turki Utsmaniyah. Sudah selayaknya masyarakat mengecek dulu kebenaran tiap berita sebelum mempercayainya.

Simak Video "Sebab Musabab Bocornya NIK-Sertifikat Vaksin Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia