Apa yang Terjadi Jika Matahari Terbit dari Barat?

Rosmha Widiyani - detikEdu
Kamis, 02 Sep 2021 14:45 WIB
Siluet puncak Gunung Rinjani terlihat jelas saat matahari terbit dari Kota Mataram, NTB, Sabtu (14/8/2021). Gunung Rinjani yang terletak di bagian utara Pulau Lombok merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3,726 mdpl dan menjadi salah satu tempat wisata pegunungan favorit di NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI/Apa yang Terjadi Jika Matahari Terbit dari Barat?
Jakarta - Pembahasan matahari terbit dari barat memang tak ada habisnya. Apalagi matahari yang terbit di arah tak bisa selalu dikaitkan dengan hari kiamat. Matahari terbit dari barat identik dengan kehancuran alam semesta.

Fenomena matahari terbit dari barat telah dijelaskan dalam hadits yang diceritakan Abu Huraira,

قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، وَذَلِكَ حِينَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا ‏"

Artinya: Rasulullah SAW mengatakan, "Tidak akan terjadi hari kiamat sampai matahari terbit dari barat, dan ketika terbit (dari barat) dan orang-orang melihatnya, mereka semua akan percaya. Dan saat itu terjadi, maka tidak ada baiknya bagi yang baru percaya." (HR Bukhari).

Tentang hari kiamat telah dijelaskan dalam Al Quran surat al A'raf ayat 187,

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Arab latin: yas`alụnaka 'anis-sā'ati ayyāna mursāhā, qul innamā 'ilmuhā 'inda rabbī, lā yujallīhā liwaqtihā illā huw, ṡaqulat fis-samāwāti wal-arḍ, lā ta`tīkum illā bagtah, yas`alụnaka ka`annaka ḥafiyyun 'an-hā, qul innamā 'ilmuhā 'indallāhi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn

Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Matahari terbit dari barat sempat viral dalam sebuah postingan Facebook pada Februari 2021. Unggahan tersebut menyatakan lembaga antariksa NASA mengumumkan kemungkinan terjadinya fenomena tersebut.

Postingan menyatakan, matahari terbit dari barat mengindikasikan bumi berputar ke arah sebaliknya. Bumi diyakini menuju pembalikan arah medan magnet dan kiamat.

Kebenaran postingan itu dibantah NASA yang tak pernah memperkirakan fenomena tersebut. Matahari terbit dari barat tidak lantas membalik arah medan magnet. Pembalikan arah medan magnet sempat terjadi dan tidak berdampak fatal.

"NASA tidak memprediksi matahari terbit dari barat. Sedangkan pembalikan medan magnet adalah fenomena nyata yang telah terjadi beberapa kali. Namun pernyataan jika hal ini membuat bumi berputar ke arah sebaliknya yang menjadikan matahari terbit dari barat adalah salah," ujar Associate Administrator for Communications NASA Bettina Inclan.

Kapan matahari terbit dari barat memang belum diprediksi peneliti. Namun, studi terkait dampak jika hal tersebut sampai terjadi pernah dilakukan menggunakan permodelan komputer.

Dikutip dari Live Science, studi dilakukan peneliti dari Max Planck Institute for Meteorology, Jerman. Hasilnya terjadi peristiwa berkebalikan dengan yang ada di dunia sekarang.

"Gurun akan menutupi Amerika Utara, bukit pasir gersang akan menggantikan hutan hujan Amazon di Amerika Selatan, dan wilayah hijau subur akan ditemui di Afrika tengah hingga Timur Tengah," tulis peneliti.

Peneliti juga mengatakan munculnya musim dingin ekstrim melanda Eropa barat. Selain itu, kelompok Cyanobacteria yang hidup di wilayah tak biasa dan hilangnya arus laut pengatur iklim di Atlantik.

Sekilas perubahan ini terdengar positif dan tidak memberi berdampak bagi manusia. Namun efek tiba-tiba akibat matahari terbit dari barat yang diikuti perubahan lain, bisa berisiko buruk bagi kehidupan manusia.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia