Biografi Pangeran Antasari dan Kisah Perjuangannya Melawan Belanda

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 01 Sep 2021 20:31 WIB
Dua anggota Paskibraka Kota Bandung melakukan tabur bunga saat ziarah Peringatan Ke-75 Peristiwa Bandung Lautan Api di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021).  Pemerintah Kota Bandung menggelar ziarah dengan protokol kesehatan untuk tetap mengenang dan menjaga jasa para tentara dan penduduk sipil saat peristiwa Bandung Lautan Api pada tahun 1946 dalam membela Indonesia dari penjajah Sekutu dan NICA. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.
Biografi Pangeran Antasari yang merupakan pahlawan nasional (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Jakarta - Pahlawan nasional sebelum kemerdekaan ada banyak sekali. Salah satunya adalah Pangeran Antasari.

Dalam buku Mengenal Pahlawan Indonesia: Edisi Revisi karangan Arya Ajisaka dan Anna Maria Fitrawati, Pangeran Antasari lahir di Banjarmasin pada tahun 1979. Ia merupakan bagian dari keluarga besar Kesultanan Banjar.

Sementara menurut buku Pangeran Antasari karya Mohammad Idwar Saleh dan Sri Sutjianingsih, Pangeran Antasari merupakan keturunan dari Sultan Tachmidullah atau yang dikenal juga sebagai Panembahan Kuning.

Ia adalah anak dari Pangeran Masohot dan Gusti Hadijah. Kendati begitu, Pangeran Antasari hidup sebagai pewaris yang dilupakan dan terbuang daru istana.

Pangeran Antasari hidup di tengah rakyat sebagai jelata dan membanting tulang demi mencari nafkah untuk keluarganya. Ia tidak dikenal Belanda yang berada di lingkungan istana Martapura sehingga sejarah Banjar juga tidak pernah mengenal bentuk wajahnya yang sebenarnya.

Perjuangan Pangeran Antasari melawan Belanda

Perlawanan rakyat Banjar dimulai ketika Belanda mengangkat Tamjidillah menjadi Sultan Banjar menggantikan Sultan Adam yang meninggal dunia, demikian dikutip dari buku Mengenal Pahlawan Indonesia: Edisi Revisi.

Rakyat beserta keluarga besar Kesultanan Banjar, termasuk Pangeran Antasari menuntut Belanda agar Pangeran Hidayatullah yang merupakan pewaris sah, diangkat sebagai Sultan Banjar. Dimulai dari sana, Pangeran Hidayatullah, Pangeran Antasari, dan Demang Leman memimpin rakyat Banjar melawan Belanda.

Pangeran Antasari menyerang dan berhasil menguasai pendudukan Belanda di Gunung Jabuk. Selain itu, ia juga menyerang tambang batu bara belanda di Pengaron.

Kemudian, atas siasat Pangeran Antasari dan Tumenggung Suropati, para pejuang Banjar turut berhasil menenggelamkan kapal Onrust sekaligus para pemimpinnya, seperti Letnan van der Welde dan Letnan Bangert.

Di tahun 1861, Pangeran Hidayatullah ditangkap Belanda dan dibuang ke Cianjur, Jawa Barat. Kepemimpinannya kemudian diambil alih Pangeran Antasari.

Pangeran Antasari selanjutnya diangkat sebagai Panembahan Amiruddin Khalifatul Mu'min oleh rakyat. Di tangannya, kualitas peperangan meningkat karena ada unsur agama.

Wafatnya Pangeran Antasari dan mengapa ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional

Pangeran Antasari wafat pada 11 Oktober 1862 karena penyakit cacar yang kala itu mewabah di Kalimantan Selatan. Ia wafat ketika mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Belanda.

Pangeran Antasari mendapat gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional karena jasa-jasanya. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 06/TK/1968.

Demikianlah biografi singkat Pangeran Antasari. Semoga pribadinya yang sederhana dan pantang menyerah, dapat menginspirasi detikers!

Simak Video "Makam Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol di Minahasa Sulawesi Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia